Masyarakat Desa Benteng Tubi Kembali Mendatangi Polres Manggarai

Daerah

Ruteng, SorotNTT.Com-Perwakilan masyarakat Desa Benteng Tubi kembali mendatangi Polres Manggarai untuk menanyakan perkembangan penanganan  laporan mereka terkait adanya dugaan Penyimpangan pengelolaan Dana Desa(DD) yang terjadi di desa Benteng Tubi, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Selasa(8/09/2020)

Kepada SorotNTT.Com, perwakilan masyarakat desa Benteng Tubi atas nama: Benyamin Marut, Ferdinandus Saru, Heribertus Bandang, Yohanes Pantur, Aleksius Larung, Vensianus Pangur, menyampaikan bahwa hari ini mereka kembali hadir di Polres Manggarai.

Tujuan kami hadir di Polres hari ini untuk kembali menanyakan tindak lanjut laporan yang kami serahkan pada tanggal 10 Agustus 2020 yang lalu.
Kehadiran kami  di Polres Manggarai di terima oleh Bagian Humas Polres, dan kami langsung menayakan tindak lanjut laporan masyarakat benteng tubi tersebut.

Terpisah Kasubbag Humas Polres Manggarai, Ipda Bagus Suhartono ketika dikonfirmasi SorotNTT.Com, Selasa(8/09)menyampaikan bahwa pada pukul 12.15 Wita, Kami menerima perwakilan masyarakat Benteng Tubi.
Dijelaskan bahwa berdasarkan hasil klarifikasi dengan Kasat Reskrim Unit Tipikor, untuk kasus Desa Benteng Tubi dalam proses penyelidikan, yakni pemanggilan saksi-saksi.

Mantan Kades sudah di panggil, untuk sekarang ini yang bersangkutan masih mempersiapkan data yang dibutuhkan oleh Tipikor, jelas Ibda Bagus.

Untuk diketahui kasus ini bermula dari adanya laporan masyarakat desa Benteng Tubi, atas dugaan penyelewengan Dana Desa Benteng Tubi tahun 2014-2019, dengan rincian sebagai berikut:

1.Tahun anggaran 2014, Dugaan penyimpangan terhadap pembangunan kantor desa

2.Tahun anggaran 2015, Dugaan penyimpangan terhadap pembuatan rabat beton yang tidak menggunakan batu pecah 2/3.

3.Tahun 2016, Dugaan penyimpangan terhadap pembangunan proyek embung wae tawa dan rabat jalan lingkungan.

4.Tahun anggaran 2017, Dugaan penyimpangan terhadap kegiatan gala desa, bantuan rumah tidak layak huni, dan tunjangan duka wafat.

5.Tahun anggaran 2018, Dugaan penyimpangan terhadap sewa rumah pribadi untuk berkantor, pembangunan sarana air bersih, kegiatan Bumdes, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta tunjangan pengelola aset dan keuangan desa.

6.Tahun anggaran 2019, Dugaan penyediaan sarana prasarana kantor desa, pekerjaan umum dan penataan ruang, bidang kebudayaan, bidang olahraga, pembangunan/rehabilitasi/peningkatan kantor desa, pembangunan/rehabilitasi sarana prasarana kebudayaan, Proyek perluasan jaringan air minum bersih sebagian besar material yang ada di lapangan tidak sesuai dengan RAB dan banyak barang yang yang tidak ada di lapangan tetapi dalam RAB-nya ada.