8 Orang Guru Komite SMAN 2 Rahong Utara di Nonaktifkan

Daerah

Ruteng, SorotNTT.Com-Polemik di SMAN 2 Rahong Utara Beokina, Desa Golo Langkok, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai berbuntut panjang, dengan di nonaktifkan lagi 8 orang guru komite yang sudah lama mengabdi disekolah tersebut.

Kepada media ini beberapa perwakilan dari guru Komite yang di nonaktifkan tersebut menyampaikan kronologis sampai terjadi penonaktifan tersebut.

Pada tanggal 22 oktober 2020, 8 orang guru mendapatkan surat dari ketua komite yang isinya meminta untuk mengumpulkan bukti-bukti Laporan tindakan sewenang-wenang Kepala Sekolah SMAN 2 Rahong Utara Beo Kina dalam memimpin, Mengelola Dana BOS, Dana Komite, Kantin Sekolah dan Uang Pakaian Seragam.

Berlanjut Pada tanggal 19 desember 2020, dua(2) orang guru (Meltiana Rindik dan Klaudius E. S. Parus) mendapatkan arsip surat yang dikirim ke Gubernur NTT, perihal Laporan Dugaan Penyimpangan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SMKN 2 Rahong Utara.

Dalam rentangan waktu sejak tanggal 19 desember 2020-03 januari 2021 januari kami membuat surat taggapan kepada kepala sekolah tembusan komite, tetapi surat tersebut ditolak dengan alasan Kepsek tidak ada ditempat.

Selanjutnya, pada tanggal 02 januari 2021 para guru Komite mengirim surat tanggapan melalui Pesan WhatsApp kepada Kepsek, dan kepsekpun memberikan tanggapannya bahwa penonaktifan 8 orang guru adalah hasil rapat pengurus komite dan perwakilan orang tua murid tanggal 16 november 2020.

Pada tanggal 3 januari 2021 para guru tersebut mengantar surat tanggapan tersebut kepada ketua Komite  sebagai tembusan melalui satpam sekolah, tetapi surat tersebut dikembalikan dengan alasan ketua Komite menolak surat tersebut.

Tanggal 4 januari 2021 hari pertama masuk sekolah semester genap tahun ajaran 2020/2021 PTK SMAN 2 RAHONG UTARA  hadir sesuai jadwal termasuk 8 orang guru dan pada hari itu melihat kondisi ruangan kepsek sangat sempit kami mengutus 3 orang guru atas nama Praksedis Jehada, Timoteus Jewadu dan Gregorius Gasu untuk menemui kepsek dan memberikan surat berdasarkan permintaan Kepsek via pesan WhatsApp

Yang terjadi kemudian Kepsek menolak surat dengan alasan surat tersebut  kata Kepsek “seharusnya surat tersebut  untuk ketua komite dan saya hanya mendapatkan tembusan karena surat yang kalian terima bukan dari saya tetapi ketua Komite” .

Point penting dari pernyataan Kepsek adalah saya yang menerbitkan SK tetapi yang menonaktifkan kalian adalah Komite.

Dalam waktu yang sama pada tanggal 4 januari 2021 dari ke 3 orang guru tersebut menanyakan berkaitan dengan kerja  operator  sekolah mengingat bahwa sejak tanggal 19 desember 2020 laptop kerja operator sudah diserahkan kepada SARPRAS atas nama Adrianus Bolo dengan lasan untuk kebutuhan AUDIT INVERNTARIS SEKOLAH. Jawaban Kepsek yaitu operator sekolah sah diganti berdasarkan hasil rapat komite.

Para 8 orang guru Komite tersebut tanggal 5 januari 2021 tetap kesekolah seperti biasa sambil menunggu surat PENONAKTIFAN dari komite yang disampaikan oleh Kepsek kepada kami dan menunggu rapat pembagian tugas.

Pada hari yang sama di papan informasi mengumumkan bahwa tanggal 6 januari 2021 mengadakan rapat pembagian tugas diharapkan semuanya hadir.

Tanggal 6 januari 2021, kami kembali masuk sekolah untuk menghadiri rapat tetapi ternyata kami  di beri harapan palsu dengan alasan ada rapat para kepala sekolah di Ruteng sampai dengan tanggal 7 januari 2021. Dalam waktu yang bersamaan kami ingin mengisi daftar hadir ternyata nama kami 8 orang guru sudah tidak ada.

Wakasek kurikulum tanggal 7 januari menginformasikan via pesan WhatsApp , bahwa hari jumat tanggal 8 januari 2021 akan diadakan rapat pembagian tugas, ternyata dibatakan lagi dan pada saat itu ketua Komitepun hadir di sekolah untuk menemui Kepsek.

Ketika pada tanggal 11 januari saat rapat pembagian tugaspun baru terlaksana, hasil rapat tersebut bahwa kami 8 orang guru tidak mendapatkan tugas sedangkan Kepsek dan guru-guru yang lain mendapatkan tugas yang tidak sesuai dengan basic(tidak linear) Contoh: Kepsek yang basicnya sarjana PKN mengajar mata pelajaran Sosiologi dari kelas X-XII, Guru BK mengajar bahasa dan sastra Indonesia mengajar kelas X-XII, Guru matematika yang basicnya sarjana pendidikan matematika mengajar mapel Geografi  dari kelas X-XII dan merangkap tugas sebagai bendahara BOS.

Berdasarakan hasil rapat tersebut kami meminta waktu untuk menyampaikan hal penting yang berkaitan dengan tugas kami disekolah, tetapi kepsek tidak mengijinkan kami untuk berbicara dan meninggalkan ruangan rapat.

Karena kami tidak puas terhadap sikap Kepsek maka kami tetap ngotot untuk meminta penjelasan Kepsek, dan penjelasanya yaitu jika kalian ingin mengetahui alasannya kanapa kalian tidak diberikan tugas silakan kalian kerumahnya ketua Komite, setelah itu kepsek langsung kembali keruangannya.