Ahli Waris Kecewa, Uang Depisito Senilai Ratusan Juta di Bank NTT Cabang Ruteng Belum Dicairkan

RUTENG, SOROTNTT.COM– Salah satu Ahli Waris dari Almarhuma ibu Wihelmina  Nginus atas nama Stanislaus Mere merasa kecewa lantaran uang deposita yang menjadi haknya belum dicairkan oleh Bank Cabang NTT.

Kepada media ini, Stanislaus Mere menjelaskan bahwa jumlah uang Deposito milik almarhuma ibu Wihelmina Mere, yang merupakan ibu kandungnya berjumlah Rp 500 juta.

Ia baru mengetahui bahwa almarhuma memiliki deposito tersebut di Bank NTT Cabang Ruteng dari informasi pihak lain, dan saat itu menjelang prose pencairan deposito tersebut.

Berkat informasi yang didapat, Stanislaus Mere pada tahun 2019 datang ke Kantor Bank NTT Cabang Ruteng, untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

Dari hasil pengecakan oleh Stanislaus Mere didapati fakta bahwa benar ada Deposito milik Almarhuma ibu Wihelmina Nginus senilai Rp 500 juta.

Stanislaus Mere

Fakta yang didapat pula bahwa Stanislaus Mere yang merupakan satu-satunya anak laki-laki dari pasangan Almarhum Bapak Frans Mere dan Almarhuma ibu Wihelmina Mere tidak dicantumkan sebagai ahli waris pada deposito tersebut.

Setelah mengetahui hal tersebut Stanislaus pada tahun 2019 melakukan protes ke pihak Bank NTT Cabang Ruteng, sehingga hasilnya ketika itu” dana deposito” batal dicairkan” selanjutnya beliau dimasukkan sebagai ahli waris.

Atas saran dari pihak Bank NTT Cabang Ruteng, Stanislaus Mere mengurus Surat Keterangan Ahli Waris dari Kelurahan Mbaumuku dengan Nomor: Kel. Mbk. 479/ 21/1/2020.

Dalam Surat Ahli Waris tersebut, dijelaskan nama-nama ahli waris yaitu: Yuliana Halidju Mere, Stanislaus Mere, Maria Mere, Katarina G.Rita Mere, Raymunda Setya Mere.

BACA JUGA:  Dari Seoul, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Bertolak ke Tanah Air

Selanjutnya, pihak Bank NTT Cabang Ruteng menjawab Surat Ahli Waris yang diterbitkan oleh pihak Kelurahan Mbaumuku dengan mengeluarkan surat dengan Nomor: 0093/B.NTT-006/DJ/1/2020, Tanggal 29 Januari 2020 yang ditujukan kepada ahli waris Stanislaus Mere.

Isi surat tersebut terkait Konfirmasi pencairan deposito atas nama Almarhuma Wihelmina Nginus beserta surat keterangan ahli waris Nomor: Kel.Mbk.479/15/1/2020 tanggal 20 Januari 2020 yang dikeluarkan oleh sekreataris Lurah.

Pihak Bank NTT Cabang Ruteng menginformasikan kepada Stanislaus Mere bahwa telah menerima Surat Keterangan Ahli Waris Nomor: Kel.Mbk.479/21/1/2020 tanggal 20 Januari 2020 yang dikeluarkan oleh Lurah Mbaumuku.

Salah satu poin dalam surat tersebut menjelaskan bahwa Surat Keterangan Ahli Waris Nomor: Kel.Mbk.479/15/1/2020 tanggal 20 januari 2020 dinyatakan tidak berlaku.

Berdasarkan surat tersebut secara otomatis Stanislaus Mere, menjadi salah satu ahli waris yang akan mendapatkan hak dalam proses pencairan dana Deposito milik Almarhuma ibu Wihelmina Nginus.

Selanjutnya yang terjadi berdasarkan informasi yang didapat bahwa 4 ahli waris lain sudah mendapatkan haknya dengan mencairkan uang deposito dari Bank NTT Cabang Ruteng, selain Ahli Waris Stanislaus Mere.

Jumlah pencairan uang untuk ke-4 ahli waris tersebut masing-masing diduga mendapat jatah Rp.100 juta perorang.

Sedangkan untuk ahli waris Stanislaus Mere sampai hari ini belum mendapatkan haknya, walaupun beliau sudah berulang kali menanyakan hal tersebut kepada pihak Bank NTT Cabang Ruteng.

BACA JUGA:  Surat Pengaduan Terhadap Penghentian Proses Lidik Polda NTT Dilayangkan Ke Kapolri

Stanislaus Mere juga menjelaskan, Pada tahun 2019 ketika semua ahli waris bersama-sama menghadap pihak Bank NTT Cabang Ruteng. Saat itu mendapati penjelasan “Apabila salah satu dari ahli waris tidak hadir saat pencairan dana, maka dana tersebut tidak bisa dicairkan”.

“Itu penyampaian dari PJS Pimpinan Bank NTT Cabang Ruteng Soleman M.Bisilissin, namun hal itu tidak dilaksanakan,” beber Stanislaus.

Yang terjadi dana Deposito tersebut tetap dicairkan tanpa kehadiran ahli waris Stanislaus Mere.

Stanislaus Mere juga berkali-kali bertemu dengan salah satu staf Bank NTT Cabang Ruteng yang menanganani persoalan Depisito tersebut yang diketahui bernama Wahyu, namun sampai saat ini tidak ada hasilnya. Malah yang didapat oleh ahli waris adalah alasan yang tidak masuk akal dan diluar kewajaran dalam hal berhubungan dengan bank.

“Ini ada apa, kenapa hak saya diabaikan, kenapa saya diperlakukan tidak adil, apa bedanya saya dengan ahli waris lain”, tutur Stanislaus.

“Saya berharap pihak Bank NTT Cabang Ruteng segera menyelesaikan persoalan ini dengan segera mencairkan dana Deposito saya senilai Rp.100 juta tersebut”, harapnya.

Terpisah, media sorotntt.com telah melakukan konfirmasi kepada pimpinan Bank NTT Cabang Ruteng pada 9 November 2022, terkait hal tersebut.

Pimpinan bank NTT itu memberi penjelasan akan dikonfirmasi dengan bagian operasional.

BACA JUGA:  Ratusan Juta Mengalir Lewat Rekening Bank NTT, Mama Mama Bambu Pedalaman Manggarai Kian Sejahtera

“baik nanti saya coba konfirmasi dengan bagian operasional,”

Namun hasil konfirmasi yang dimaksudkan oleh pimpinan Bank NTT Cabang Ruteng tersebut tidak memperoleh informasi lanjutanya.

Media ini kembali melakukan konfirmasi kepada pimpinan Bank NTT Cabang Ruteng pada 4 Desember 2022, namun tidak memperoleh jawaban.

Setelah konfirmasi media ini kepada pimpinan Bank NTT Cabang Ruteng tidak memperoleh jawaban, Media ini mencoba melakukan konfirmasi kepada staf Bank NTT Cabang Ruteng yang menangani persoalan ini bernama Wahyu, pada 4 Desember 2022.

Kepada media ini Wahyu menjelaskan, Mungkin bisa konfirmasi dulu di pengacaranya beliau(Stanislaus Mere), Soalnya saya hari ini mau ke desa-desa tinjau lahan program TJPS-nya pak Gubernur.

“Pengacaranya beliau sudah tau semua duduk persoalan beliau, Tapi kalo mau menunggu tidak apa-apa, Saya hanya menyarankan saja supaya pihak media tidak menunggu saya terlalu lama”. Kata Wahyu.

Selanjutnya, Wahyu menjelaskan, ia tidak bisa ketemu pihak media, Saya harus seijin pimpinan. Ia menyarankan media bersurat ke pihak Bank NTT Cabang Ruteng, sehingga memperoleh jawaban terkait persoalan tersebut.

“Karena saya rasa semua sudah saya jelaskan ke om stanis secara detail. Kalau hanya ingin konfirmasi saya juga ada jadwal yang lain pak, Makanya saya arahkan ke pengacara kalau hanya ingin dapat informasi secara detail”, ujarnya .***