Akibat Hujan Deras, Rumah Warga Kampung Mberu-Pota Air Terendam Air, Dadim 1612 Manggarai Perintah Anggota Siaga

Daerah

Borong, SorotNTT.Com-Hujan deras yang disertai angin kencang hingga saat ini masih terjadi di wilayah Kodim 1612/Manggarai tidak terkecuali di wilayah Koramil 1612-05/Elar, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai timur.

IMG-20210816-WA0106

Kondisi geografis wilayah Kecamatan Sambi Rampas yang berada di dataran rendah serta berada di pesisir pantai membuat wilayah ini rawan terjadi bencana banjir dan gelombang air laut, terlebih saat musim penghujan seperti bulan-bulan ini.

hut17_matim.jpeg

Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi di wilayah Kecamatan Sambi Rampas dan sekitarnya selama semalam mengakibatkan luapan air di beberapa saluran irigasi, tak hayal rumah wargapun tergenang air.

Pantauan di lapangan setidaknya 9 rumah milik warga perkampungan Mberu, pasar Inpres Pota, Sekolah Madrasah Ibtidaiyah 3 Matim, dan persawahan di Desa Nanga Mbaur sekitar 4 hektar terendam air. Rata-rata ketinggian air berkisar 20 cm sampai dengan 50cm atau setinggi betis dan lutut orang dewasa.

BACA JUGA:  Camat Rana Mese Lantik 8 Penjabat Desa

Sabtu pagi, (6/2/2021) sebanyak 15 personel Koramil 1612-05/Elar melakukan evakuasi barang-barang milik warga yang terendam air seperti barang elektronik, kasur, bantal dan barang-barang berharga lainnya.

Selain membantu warga, anggota Koramil 05/Elar bersama warga setempat bergotong royong membersihkan saluran air yang tertimbun tanah dan tersumbat.

Kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa namun kerugian warga ditaksir sekitar ratusan juta rupiah.
Hingga berita ini ditulis siang hari luapan air terpantau berangsur surut.

Komandan Kodim 1612/Manggarai (Dandim) Letkol Kav Ivan Alfa, S. Sos. ditempat terpisah memberikan pesan kepada seluruh warga Manggarai Raya agar meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati saat musim penghujan seperti ini, lebih peka terhadap keadaan lingkungan sekitar, terutama warga yang berada di daerah-daerah rawan tanah longsor, rawan banjir dan pohon tumbang.

BACA JUGA:  Wakil Gubernur NTT Mengunjungi Kampung Adat Umbu Koba

“Wilayah Manggarai Raya pada umumnya memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup besar seperti tanah longsor, banjir, angin puting beliung, untuk itu kami menghimbau kepada warga agar waspada dan berhati-hati setiap melakukan aktivitas, terutama pada saat melintas daerah rawan bencana, pintanya.

Dandim menambahkan agar warga senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, serta selalu memohon pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar terhindar dari musibah dan bencana, tutupnya.

Pjs. Danramil 05/Elar Pelda M. Ramadhan dalam kesempatan itu mengatakan luapan air selain karena tingginya intensitas curah hujan, hal tersebut diperparah dengan adanya beberapa selokan air yang tersumbat dan dangkal akibat tertimbun tanah, selain itu Danramil mengatakan kurangnya Drainase membuat air cepat meluap.

Danramil meminta agar warga menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah disembarang tempat terutama di selokan-selokan.

BACA JUGA:  Perketat Akses Masuk: Sejumlah Desa di Kecamatan Elar Selatan Dirikan Posko Check Point

“Kami kembali menghimbau dan mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan, jangan membuang sampah disembarang tempat apalagi kita saat ini menghadapi musim penghujan, dampaknya akan sangat besar seperti banjir, untuk itu warga harus sadar akan hal itu”, imbuhnya.

hut17_fansi.jpeg hut17_sil.jpeg hut17_osi.jpeg hut17_yeni.jpeg hut17_domi.jpeg hut17_sma2pacar.jpeg hut17_smpn1pacar.jpeg hut17_manong.jpeg hut17_jon.jpeg