Akses Ke Rumah Warga Pasar Borong Tidak akan Tertutup Pagar

BORONG, SorotNTT.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur (Matim) saat ini sedang gencar melakukan penataan aset milik daerah. Penataaan ini dipandang perlu oleh Pemda Matim dalam rangka mengamankan aset-aset milik daerah baik secara fisik maupun dalam hal administrasi.

Salah satunya adalah tanah yang digunakan untuk pasar Borong, di Kecamatan Borong. Pemda Matim gelontorkan anggaran untuk membangun pagar pembatas dengan tanah milik warga.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Matim, Aleks Rahman, menjelaskan maksud pemerintah dalam hal penataan tersebut tidak lain untuk menata kembali dan mengamankan aset milik daerah tersebut.

Melalui Kasubag Humas, Agus Supratman, kepada awak media di ruang kerjanya di Lehong-Borong (Kamis, 14/11/2019), memberikan penjelasan terkait penolakan warga atas pembangunan pagar pasar dimaksud. Agus mengatakan bahwa pagar tembok pasar borong bagian timur yang dibangun Pemda Matim tidak akan menutup akses masuk ke rumah warga yang berbatasan langsung dengan tanah Pemda.

BACA JUGA:  Wujud Kepedulian, Investor China Beri Bantuan 40 Ton Alat Kesehatan ke RI

“Pagar tidak menutup akses masuk ke rumah warga yang berbatasan langsung dengan tanah Pemda”, jelas Agus.

Pagar yang dibangun tersebut nantinya akan dibuatkan beberapa pintu pada pagar tembok untuk akses keluar masuk bagi warga yang beraktivitas di pasar sesuai kebutuhan.

“Nanti dibuatkan pintu pada pagar tembok itu sesuai kebutuhan”, jelas Agus.

Dan selanjutnya pada bagian luar tembok akan dibangun jalan stapak.

“Diluar tembok nanti dibangun jalan stapak biar warga yang keluar masuk pake akses pintu pagar merasa nyaman dan tidak becek kalau musim hujan. Jalan stapak itu tetap akan dibangun pada bidang tanah milik Pemda dan tidak akan mencaplok tanah milik warga”, terangnya.

Terkait permintaan warga agar bangun tembok pembatas yang pendek, Agus menjelaskan, bahwa setiap pembangunan fisik milik Pemda memiliki standar dan pertimbangan tertentu.

BACA JUGA:  AMA Jakarta Gelar Aksi Serukan Perdamaian untuk Adonara

“Pembangunan tembok pagar pengamanan itu sesuai petunjuk standar proyek serta memenuhi kajian serta rencana yang matang”, katanya.

Lebih jauh Agus menerangkan, bahwa semua pedagang yang selama ini menjajakan barang dagangannya dilokasi pembangunan, diminta menempati tempat yang telah disiapkan pemerintah.

“Area itu bukan tempat jual sayur mayur, dan juga warga diminta jangan gunakan tempat sepanjang pagar itu untuk jual sayur atau dagangan lainnya. Silakan jual sayur ditempat yang telah disediakan. Mari kita biasakan diri disiplin berjualan biar keliatan bersih, rapi dan tertata”, terangnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa area sepanjang pembangunan pagar pembatas itu sudah menjadi kumuh, oleh karena itu pemerintah buat tempat itu menjadi bagus.

“Pemerintah selalu buat yang terbaik buat warga. Tempat itu kumuh sekali. Tempat itu ditata dan drainasenya dibuat bagus  biar bersih serta bebas dari genangan air got yang kotor penyakit”, jelas Agus.

BACA JUGA:  UNIKA St.Paulus Ruteng Wisuda 847 Mahasiswa

Agus meminta agar warga pasar yang berhubungan langsung dengan pembangunan pagar pengaman dimaksud untuk memahami niat baik Pemda serta mendukung upaya yang dilakukan Pemerintah demi kebaikan bersama.