Aksi Tanggap Darurat Bencana, Bank NTT Salurkan Bantuan kepada Korban Bencana Alam di Matim

Daerah

Borong, SorotNTT.com- Melalui Aksi Tanggap Darurat Bencana (ATDB), Bank NTT Cabang Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang dilanda bencana alam.

Sepekan terakhir, curah hujan yang sangat tinggi disertai angin kencang menyebabkan beberapa titik atau lokasi terjadi bencana tanah longsor dan banjir. Informasi yang didapat media ini, per tanggal 4 Pebruari 2021, terdapat tujuh titik bencana alam di Kecamatan Lamba Leda. Dua di antaranya adalah angin puting beliung di Desa Satar Punda dan Satar Punda Barat yang menyebabkan kerusakan rumah warga.

Keberadaan keluarga korban bencana mendapat perhatian serius dari pihak Bank NTT Cabang Borong. Pihak bank diwakili Kepala Bank NTT Cabang Pembantu Pota Kecamatan Sambi Rampas, menyalurkan bantuan kepada keluarga korban bencana alam puting beliung di Desa Satar Punda dan Satar Punda Barat, Kamis, (4/2/2021).

Pimpinan Bank NTT Cabang Borong melalui Theodorus Taseon, S.E., selaku Kepala Bank NTT Cabang Pembantu Pota Kecamatan Sambi Rampas, kepada media ini mengatakan bahwa bantuan darurat berupa Aksi Tanggap Darurat kepada korban bencana puting beliung itu berupa bantuan sembako.

Taseon menjelaskan, bantuan sembako diberikan kepada keluarga korban bencana angin puting beliung yang ada di dua desa yakni keluarga Bahrum Tato, warga Dusun Gongger Desa Satar Punda.

“Di kampung Gongger, ada Bapak Bahrum Tato, korban puting beliung yang kehilangan rumahnya akibat tersapu angin puting beliung,” tuturnya.

Lanjut Taseon, selain di Desa Satar Punda, Bank NTT juga memberikan bantuan kepada keluarga Bapak Marsianus Edi, korban di Desa Satar Punda Barat. Di Desa Satar Punda Barat, korban bencana puting beliung kehilangan tempat tinggal akibat tertimpa pohon.

“Proses penyaluran bantuan Aksi Tanggap Darurat berupa bantuan sembako kepada kedua keluarga korban di Desa Satar Punda dan Desa Satar Punda Barat. Kami didampingi langsung oleh Kepala Desa masing- masing,” lanjutnya.

Kata dia, Bank NTT tentu merasa terpanggil untuk membantu pemberdayaan masyarakat dan aksi sosial termasuk korban bencana alam.

Ia berharap agar masyarakat yang mengalami musibah tetap semangat dan tetap sabar dalam keadaan genting ini.

“Kiranya bantuan kami bisa memberikan manfaat dalam situasi darurat bencana ini, tetap kuat dan tegar dan terutama kehadiran kami sedikit menguatkan mereka dalam menghadapi musibah,” tuturnya.

Bahrum Rato (59) warga kampung Gongger kepada media ini mengatakan bahwa keluarganya kehilangan tempat tinggal akibat angin puting putting beliung. Menurutnya, kehadiran Bank NTT di luar dugaan dan sangat terutama membantu keluarga untuk memenuhi kebutuhan pokok.

“Saya tidak pernah menduga kehadiran Bank NTT untuk membantu kami, korban bencana alam. Kami berterima kasih kepada Bank NTT,” tuturnya.

Terpisah, Mikael Jaur, Pelaksana Tugas Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Timur di ruang kerjanya kepada wartawan mengatakan, sejauh ini telah terjadi bencana alam seperti longsor, banjir, dan angin puting beliung di beberapa kecamatan se-Kabupaten Manggarai Timur.

“Sampai saat ini kita telah menerima laporan bencana alam dari beberapa desa,” tuturnya.

Di Kecamatan Lamba Leda terdapat tujuh titik bencana, Kecamatan Kota Komba terdapat empat titik bencana, Kecamatan Borong terjadi bencanai di tiga titik, Lamba Leda Timur terdapat satu titik bencana, dan Kecamatan Elar Selatan terdapat satu titik bencana.

“Puji Tuhan tidak ada korban jiwa,” tutur Mikael.

Ia menjelaskan, kantor BPBD Matim telah mendirikan posko bantuan darurat yang bertempat di depan kantor. Ia berharap, masyarakat yang menjadi korban bencana alam akan segera melaporkan kepada pemerintah desa. Pemerintah desa melanjutkan ke pemerintah daerah yakni dinas terkait.

Ia juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana alam yakni banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.

“Kalau terjadi bencana alam, mohon melaporkan ke kantor BPBD, untuk segera kami tangani melalui bantuan darurat. Hubungi nomor kontak emergensi (082247592199, 081338554117, 081337522170),” tegas Mikael.

Laporan : Dodi Hendra
Editor: Pepy Dain