aksi vandalisme di kawasan wisata Danau Kelimut banjir kecaman

Aksi Vandalisme di Danau Kelimutu Banjir Kecaman

Daerah Flores

ENDE, SorotNTT.com – Kawasan wisata danau tiga warna Kelimutu yang terletak di Kabupaten Ende Provinsi Nusa tenggara Timur merupakan salah satu destinasi wisata yang selalu menjadi target kunjungan pelancong, baik dari dalam maupun luar negeri.

Kawasan wisata yang berada di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu sejak Selasa (4/6) menjadi viral di media sosial terkait aksi jahil sekelompok anak muda asal Kupang yang membawa spidol mencoret-coret pada batu di sekitar puncak danau tiga warna.

Aksi jahil tersebut dibanjiri ratusan kecaman pengguna media sosial Facebook dan WhatsApp yang menganggap aksi tersebut sebagai aksi vandalisme.

Informasi ini diperoleh SorotNTT.com awalnya ditelepon oleh sahabat (yang tidak mau namanya diberitakan) yang bertugas di daerah Moni. Kepada SorotNTT.com ia mengungkapkan ada kejadian tersebut di kawasan wisata danau tiga warna.

Ia kemudian menyarankan kepada SorotNTT.com untuk menelusuri akun Facebook atas nama Qikan Tethy Itammati. Setelah berhasil dihubungi, pemilik akun Facebook tersebut, Qikan sapaan akrabnya melalui sambungan telepon pada hari Rabu (5/6) membenarkan aksi coret-coret yang dilakukan pemuda asal Kupang pada waktu siang hari Selasa (4/6).

Kepada SorotNTT.com ia menceritakan, “Kemarin siang saya bersama teman-teman dari Jogja mengunjungi wisata danau tiga warna. Sesampainya di puncak kami mengambil gambar dan di tengah kesibukan aktivitas foto-foto, ada sekelompok anak muda sekitar 5 orang dari dialek bicara mereka asal Kupang kebetulan saya juga alumni Undana Kupang jadi saya tahu. Saya melihat semua mereka menulis pada batu-batu di sekitar danau dan bukan cuman sedikit tapi banyak sekali.”

Ketika ditanya media saat itu kenapa tidak menegur atau melaporkan kepada petugas/penjaga wisata Kelimutu, Qikan menjelaskan, bahwa dirinya hanyalah seorang pengunjung sehingga merasa tidak pantas untuk menegur kelompok tersebut. Ia juga keberatan karena pos petugas cukup jauh dari puncak dengan jangkauan kurang lebih 2 km sehingga ia mengambil keputusan untuk mendokumentasikan aktivitas merusak keindahan alam Danau Kelimutu tersebut.

Sebelum mengakhiri wawancara, Qikan mengutarakan pernyataan klarifikasinya melalui media SorotNTT.com karena dirinya merasa kesal ada sebagian pengguna media sosial yang mengomentari bahwa ini hanya mencari sensasi dan perhatian terutama teman-teman asal Kupang.

“Melalui media ini saya berharap teman-teman asal Kupang ini bukan saya menjatuhkan atau rekayasa hanya sekedar mencari perhatian tapi ini soal kenyataan yang saya saksikan langsung aksi  saudara kita yang merugikan dan merusak pariwisata kita di Provinsi Nusa Tenggara Timur, orang asing saja menjaga dan merawat pariwisata kita kenapa kita putra dan putri daerah melakukan tindakan demikian,” jelas Qikan.

Hingga berita ini diturunkan SorotNTT.com belum berhasil menghubungi pihak petugas penjaga pariwisata Danau Kelimutu Ende. (Yanto)