AMA Jakarta aksi di Tugu Proklamasi Menteng Jakarta Pusat

AMA Jakarta Gelar Aksi Serukan Perdamaian untuk Adonara

FloresNasional

JAKARTA, SorotNTT – Menyikapi persoalan konflik berdarah yang terjadi di Adonara Tengah yang melibatkan Desa Klibang Nubalema 2 dan Desa Wewit, AMA Jakarta (Angkatan Muda Adonara Jakarta) menggelar aksi untuk menyerukan perdamaian di halaman Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/07/19).

Kemon Bathan, Ketua Umum AMA Jakarta, menyampaikan bahwa aksi damai ini merupakan wujud dari rasa peduli dan tanggung jawab sebagai pemuda dalam menyikapi persoalan yang sedang terjadi di kampung. Dia pun berharap pemerintah dan juga pihak-pihak terkait dapat segera menyelesaikan persoalan bentrok yang melibatkan dua desa di Adonara Tengah, yakni Desa klibang dan Desa Wewit.

“Aksi damai ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian kami sebagai pemuda terhadap Lewotana. Kami berharap agar kepolisian segera menyelesaikan konflik yang sedang terjadi di Adonara Tengah,” ujar Kemon.

Selain itu, Ama Boro Khurman, Sekjen AMA Jakarta, menilai persoalan bentrok antar warga Desa Klibang dan Wewit tidak bisa hanya diselesaikan semata-mata dengan berdasarkan pada hukum positif. Pasalnya, Desa Klibang dan Desa Wewit punya sejarah dan hubungan kekerabatan yang sangat dekat, maka pendekatan budaya dan sejarah dengan melibatkan tokoh adat sangat penting untuk menyelesaikan konflik tersebut.

“Karena masyarakat Adonara adalah masyarakat yang sangat berpegang teguh pada adat dan kebudayaan, maka selain polisi sebagai penegak hukum, pemerintah juga pihak-pihak yang terkait harus segera mengambil langkah yang bijak dan adil untuk mendamaikan kedua belah pihak yang terlibat bentrok, pendekatan budaya, dan sejarah pun sangat penting untuk menyelesaikan persoalan konflik antara Desa Klibang dan Desa Wewit ini, karena kedua desa ini punya sejarah dan hubungan kekerabatan yang sangat dekat,” imbuhnya.

Ia pun berharap agar Pemerintah Kabupaten Flores Timur dapat segera menyelesaikan semua konflik yang terjadi di Adonara.

“Semoga peristiwa-peristiwa perang tanding seperti ini cepat diselesaikan dengan tuntas, bukan hanya pada dua desa yang terlibat bentrok sekarang tetapi masih banyak peristiwa seperti ini yang belum terselesaikan dan masih dibiarkan gantung. Kami sangat berharap untuk semua elemen masyarakat di Adonara untuk tetap menjaga hubungan persaudaraan kita. Damailah Lewotanaku, damailah kita semua,” tutup Khurman. (EZ)