AMA-NTT Makassar desak Kapolri pecat Kapolda NTT

AMA-NTT Makassar Desak Kapolri Copot Kapolda NTT

Daerah

MAKASSAR, SorotNTT.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa NTT (AMA-NTT) di Kota Makassar kembali melakukan aksi unjuk rasa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam press release tertulis yang diterima SorotNTT.com, aksi unjuk rasa ini berlangsung di bawah jembatan fly over Jl. Urip Sumoharjo dan bundaran Jl. Hertasning dan Jl. AP Petarani Makassar, Senin (01/04/2019).

Dalam aksinya, sejumlah aktivis AMA-NTT tersebut meminta ketegasan pemerintah dalam penindakan para pelaku transaksi ilegal satwa Komodo serta meminta pencopotan Kapolda NTT dari jabatannya jika gagal dalam mengungkap kasus perdagangan Komodo tersebut.

Libertus Lesing, selaku Jendral Lapangan (Jendlap) dalam aksi tersebut kepada SorotNTT.com, Selasa (2/4/2019) mengatakan, perburuan dan perdagangan satwa merupakan ancaman utama terhadap keberlangsungan hidup satwa yang dilindungi.

Dimana, lanjut Lesing, nilai jual yang tinggi dari satwa tersebut mendorong manusia untuk melakukan perdagangan ilegal terhadap satwa yang seharusnya dilindungi, dalam hal ini yang dimaksud adalah proses transaksi jual beli ilegal satwa Komodo tersebut.

“Tindakan kejahatan terhadap satwa alam tersebut salah satu kejahatan yang telah terorganisir,” tegas Lesing.

Menurutnya, apa yang terjadi di Taman Nasional Komodo (TNK) Kabupaten Manggarai Barat, NTT sudah merupakan kejahatan terhadap satwa Komodo yang dilakukan secara terorganisir dengan rapi dan memiliki jaringan yang luas, mulai dari tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

“Sebagai aktivis mahasiswa, kami heran dengan kejadian ini. Kemanakah Pemprov NTT, Pemkab Manggarai Barat dan pihak penegak hukum di lingkup Provinsi NTT, serta Dinas Pariwisata Manggarai Barat dalam melakukan pengawasan terhadap para wisatawan yang masuk di Taman Nasional Komodo?” tanya Lesing.

aktivis mahasiswa AMA-NTT Makassar demo desak Kapolri copot Kapolda NTT
Aktivis mahasiswa AMA-NTT demo mendesak Kapolri copot Kapolda NTT di Makassar, Sulsel.

Masih menurut Lesing, apa yang dilakukan oleh oknum perdagangan satwa Komodo tersebut merupakan tindakan yang melanggar hukum dan mesti dilakukan sebuah tindakan hukum yang tegas.

“Jelas ini merupakan tindakan yang melanggar hukum, sebagaimana dijelaskan dalam UU Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Siapa pun yang berani melanggar hukum, maka harus bertanggung jawab pula dimata hukum,” jelas aktivis asal Manggrai itu.

Adapun tuntutan AMA-NTT Makassar dalam aksi unjuk rasa tersebut, adalah:

Pertama, hentikan praktik yang menjadikan Taman Nasional Komodo (TNK) sebagai aset bisnis;
Kedua, usut tuntas dalang di balik penyelundupan 47 ekor komodo keluar area Taman Nasional Komodo (TNK);
Ketiga, kembalikan Komodo yang berhasil digagalkan dalam transaksi jual-beli ke habitatnya di Taman Nasional Komodo (TNK);
Keempat, segera lakukan evaluasi terhadap Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat;
Kelima, tegakkan UU Nomor 5 tahun 1990; dan
Keenam, jika dari 5 poin di atas tidak diindahkan, maka kami mendesak Kapolri untuk copot Kapolda NTT dari jabatanya.

Aksi damai ini berlangsung selama tiga jam dan diisi dengan orasi ilmiah dari para aktivis yang secara bergantian.

Laporan: Lalong Ferdinandus