Bupati Agas peringatan hari TBC sedunia di terminal kota Borong, Matim

Andreas Agas: Tuberkulosis Penyebab Kematian Nomor Satu

Daerah Flores

BORONG, SorotNTT.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur (Matim), Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) pada Jumat (22/3/2019) pagi. Kegiatan yang diselenggarakan di Terminal Kota Borong tersebut dibuka langsung oleh Bupati Matim, Drs, Agas Andreas, SH, M. Hum.

Dalam sambutannya, Bupati Agas menjelaskan bahwa Hari TBC Sedunia yang diperingati pada tanggal 24 Maret setiap tahun dirancang untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa TBC hingga saat ini masih menjadi epidemi di dunia.

“Di Indonesia, Tuberkulosis merupakan penyebab kematian nomor satu diantara penyakit menular lainnya,” jelasnya.

Peringatan Hari TBC Sedunia tahun 2019, kata Agas dimaksudkan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dan pemangku kebijakan dalam mendukung program pengendalian TBC serta menempatkan TBC sebagai isu utama di semua sektor.

Sementara itu, Kabid P2P, Regina Malon saat ditemui oleh sejumlah awak media di Terminal Kota Borong menjelaskan bahwa Kabupaten Manggarai Timur melaksanakan jalan sehat dalam rangka memperingati hari TBC sedunia yang ke-137.

“Untuk wilayah Kabupaten Manggarai Timur,” kata Regina, “ada beberapa kegiatan yang kita lakukan terkait dengan memperingati hari TBC sedunia yakni, kita melakukan talk show di radio terkait dengan penyakit TBC, ada iklan di radio, pemasangan spanduk di tempat-tempat umum dan salah satunya adalah kegiatan jalan sehat.”

Selain itu, kata dia, ada pekan imunisasi sedunia yang jatuh pada bulan April mendatang.

Regina mengatakan, perkembangan penyakit TBC di Kabupaten Manggarai Timur saat ini ada 177 kasus yang positif dan yang aktif berobat.

“Angka ini masih jauh di bawah target nasional kalau dibandingkan dengan jumlah penduduk Kabupaten Manggarai Timur,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan ini dilakukan untuk menggerakkan masyarakat dalam upaya menemukan lebih banyak penderita TBC yang ada di masyarakat dengan gejala, yaitu 3B (batuk bukan batuk biasa) yang artinya ada batuk yang lebih dari dua minggu kemudian batuknya bisa bercampur darah.

Regina menambahkan, melalui kegiatan jalan sehat seperti ini, masyarakat diharapkan untuk dapat mengunjungi ke fasilitas kesehatan terdekat kalau ada gejala batuk lebih dari dua minggu atau batuk berdarah.

“Di dalam tubuh kita tentu sudah ada kuman TBC, hanya dia belum aktif lantaran di dalam sistem kekebalan tubuh kita masih kuat. Sebaliknya, apabila daya tahan tubuh tidak kuat maka penyakit TBC dengan sendirinya akan menyerang tubuh kita,” pungkas Regina.

Laporan: Ferdinandus Lalong