Anggota Polres Manggarai Mengamankan Pria Asal Robo, Terkait Pengedaran Uang Palsu

Daerah

Ruteng – Unit Opsnal Sat Intelkam Polres Manggarai mengamankan Pria asal Robo, Desa Ranaka, Kabupaten Manggarai, NTT berinisial AT (29) Sabtu (4/12/21) karena terlibat kasus peredaran uang palsu di Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan lembaran uang palsu senilai Rp 300.000.

Kapolres Manggarai melalui Kasubag Humas Ipda I Made Budiarsa, Minggu (5/12/21) menjelaskan, penangkapan AT berawal dari informasi yang diperoleh polisi pada Sabtu (4/12/21) tentang beredarnya uang palsu pecahan Rp 50.000 di kios milik Bibiana Nur, warga Kampung Maumere, Kelurahan Bangka Nekang, Kecamatan Langke Rembong.

Dari situ, polisi kemudian menggali informasi pemilik kios (Bibiana) dan diperoleh keterangan bahwa pemilik kios mengetahui uang tersebut palsu ketika Jumat (3/12/21) dirinya (Bibiana) berbelanja barang kios di Toko Wijaya yang beralamat di Nekang, Kelurahan Watu. Pemilik toko menolak uang senilai Rp 400.000 yang diserahkan Bibiana karena uang tersebut palsu.

BACA JUGA:  Teofilus Tak Berdaya, Maria Pasrah 

“Setelah mengetahui uang tersebut palsu Bibiana kembali ke kiosnya di Kampung Maumere dan memarahi penjaga kios atas nama Yunita sambil merobek uang palsu tersebut sebanyak 2 lembar pecahan 50.000, karena tidak teliti dalam menerima uang belanja sehingga saudari Bibiana Nur mengalami kerugian sebesar Rp. 400.000,” jelas Ipda Made.

Usai menerima informasi korban, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) terhadap beberapa pihak yang mengetahui kronologis kejadian tersebut. Setelah mengantongi bukti cukup, polisi kemudian mengamankan AT yang berprofesi sebagai sopir tersebut.

“saat ini AT sudah diamankan di Polres Manggarai beserta barang bukti uang palsu pecahan Rp 50.000 (Lima Puluh Ribuh Rupiah) sebanyak Rp 300.000 (Tiga Ratus Ribuh Rupiah) dan satu buah dompet warna coklat campur putih. AT tidak kami tahan, hanya wajib lapor saja,” kata Ipda Made.

BACA JUGA:  78 Warga Desa Liang Sola Menerima BLT

Kepada polisi, tambah Ipda Made, AT mengaku ia mendapat uang yang diduga palsu tersebut dari Kasmin.

“AT kenal dengan Kasmin sejak bekerja sebagai sopir dump truck dilokasi pengerjaan proyek bangunan di daerah Detusoko Ende sejak awal bulan November 2021 dan sebelum kembali ke Kalimantan, Kasmin memberikan uang Rp 500.000 kepada AT di Ende pada hari Senin tanggal 29 November 2021,’ jelas Ipda Made.

“Dugaan sementara, uang palsu pecahan 50.000 sebanyak Rp 400.000 yang beredar di kios milik Bibiana Nur milik AT yang diberikan oleh Kasmin di Ende pada hari Senin tanggal 29 November 2021,”kata Ipda Made.