Ari Jantung, Sosok Pemuda Peduli Kemanusiaan Yang Selalu Melayani Dengan Hati

Borong, SorotNTT.Com – Banyak cara yang bisa diperbuat untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan hak dasar sebagai warga negara. Seperti halnya yang dilakukan seorang pemuda kelahiran Kampung Rebak, Desa Compang Loni, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT), yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat dari berbagai kalangan.

Keberadaan kampung kecil yang terletak di bawah kemegahan gunung Mandosawu ini, tidaklah sulit ditemukan, hanya saja sulit orang mencarinya karena tidak ada sesuatu yang spesial.

Di kampung Rebak ini sama sekali tidak ada fasilitas pemerintah, apalagi jalan raya hanya sampai di kampung ini saja alias “buntu”.

Rebak merupakan salah satu anak kampung dari desa Compang Loni, warganya masih mengenyam pendidikan di desa tetangga Golo Loni serta fasilitas lain seperti tempat ibadah.

Rupanya “Tuhan” tidak tutup mata, dari kampung kecil yang jauh dari pikiran banyak orang, muncul sesosok pemuda bernama “Darius Jantung” yang hadir dengan ketulusan membantu warga sekitarnya. serta peduli dengan kesehatan masyarakat umum.

BACA JUGA:  Gubernur NTT: Sertifikat Kepemilikan Tanah Harus Terus didorong Untuk Pertumbuhan Ekonomi

Darius Jantung merupakan putra bungsu dari lima bersaudara, anak dari pasangan bapak Yosep Nohot dan mama Agata Lisa. Istrinya bernama Asteria Saina dan pasangan keluarga kecil mereka sekarang telah dikaruniai 2 orang anak.

Ari sapaan akrab pemuda berusia 32 tahun yang berdomisili di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat ini adalah sosok yang tanpa pamrih hadir dengan kepolosanya memberi begitu banyak hal yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain.

Banyak hal yang telah dibantunya. Seperti Uang sekolah dari ratusan orang siswa, pakaian seragam sekolah dia bantu, alat jesehatan di beberapa Puskesmas yang ada di Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur dia juga bantu.

Praktis langkah pedulinya tak terpantau publik, hanya karena cerita dari mulut ke mulut makanya sekarang menjadi buah bibir.

BACA JUGA:  Alumni Dikmaba Polres Mabar Bagikan Sembako ke Warga

Ia seakan menjadi sosok penyejuk dikala lunturnya nilai toleransi kemanusiaan serta berkurangnya kepedulian sosial sekarang ini yang terjadi ditengah masyarakat.

Keterpanggilan seorang Ari bukan tanpa alasan, cerita masa lalunya dikenal pahit dan pilu, Ia beberapa kali putus sekolah karena kekurangan biaya.

SMK Sadarwisa Ruteng adalah penyelamat sehingga Ari menjadi pemudah tangguh, Pemilik sekolah sadarwisata memberikan Ari kelunakan bebas biaya karena saat itu dia memang salah satu siswa berprestasi dan pernah mewakili Kabupaten Manggarai khusunya dan Propinsi NTT umumnya dalam mengikutii perlombaan tingkat Nasional.

Bantuan yang diberikan oleh Ari ini merupakan hasil kerjasama dengan sebuah lembaga asal Amerika Serikat.

Aktivitas membantu segala kebutuhan masyarakat ini sudah lama dijalankan oleh Ari ini, namun dia lebih memilih bekerja dalam diam.

BACA JUGA:  Tidak Peduli Imbauan Pemerintah, Polsek Reo Bubarkan 17 Pemuda di Kampung Salama

Ketulusan dalam melayani sesama adalah kekuatannya untuk terus melangkah, karena Ari sendiri pernah merasakan bagaimana menjalankan hidup yang cukup berat.

Semoga kedepan Ari bisa lebih banyak lagi berbuat untuk kemanusiaan, apalagi usianya yang masih muda saat ini. (SN/*)