Bantu Penanganan Penyakit Thalassemia, PMI NTT Jamin Ketersiadaan Stok Darah

Kupang,SorotNTT.Com-Wakil Gubernur NTT Josef A. Nae Soi yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) NTT menyatakan, PMI NTT akan menjamin ketersiadaan stok darah untuk membantu penanganan penderita Thalassemia.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTT Josef A. Nae Soi pada saat memberikan keterangan pada para wartawan di Ruang Lobi Lantai 1 Kantor Gubernur NTT pada Jumat (4/2).

Untuk diketahui, Thalasemia adalah kelainan darah bawaan (faktor genetik) yang ditandai oleh kurangnya protein pembawa oksigen (hemoglobin) dan jumlah sel darah merah dalam tubuh yang kurang dari normal.

Wagub Josef menjelaskan, PMI NTT akan berusaha untuk tetap menyediakan stok darah untuk membantu para penderita Thalassemia.

“PMI NTT akan senantiasa berusaha menyediakan stok darah bagi para penderita. Sebagaimana kita ketahui bahwa thalasemia adalah penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika, sehingga membuat penderita harus melakukan transfusi darah secara rutin,” jelas Wagub Josef.

BACA JUGA:  30 Inovator UMKM Kuliner dan Kriya Songke Terpilih Jalani Pelatihan Selama 6 Hari di Hotel Inaya Bay Labuan

Lebih lanjut, Wagub juga mendorong peran aktif POPTI (Perhimpunan Orangtua Penderita Thalassemia Indonesia) NTT dan PMI bersama masyarakat lainnya, terus berkoordinasi dengan inventarisir data penderita thalasemia untuk menyesuaikan dengan ketersiadaan stok darah.

“Wajib hukumnya kita untuk bantu orang-orang yang menderita thalasemia ini. PMI akan selalu menjamin ketersiadaan stok darah untuk membantu sesama,” ucapnya.

Sementara itu, Pembina POPTI NTT, dr. Debora S. Liana menyatakan saat ini terdapat 14 warga NTT yang terdata menderita Thalasemia.

BACA JUGA:  Wagub NTT Janji akan Buka Pagar pada Ruas Jalan Provinsi di Elar Selatan

“Di Kota Kupang itu ada 8 orang, Malaka 1 orang, TTS 1 orang, Belu 1 orang, Larantuka 2 orang, dan Maumere 1 orang. Kita masih meyakini yakin bahwa jika ada satu orang yang menderita Thalassemia maka pasti ada keluarga lain yang menderita juga, sehingga kita harus terus melakukan skrining, ” jelas Debora.

“Thalassemia ini tidak ganas seperti kanker darah. Penderita Thalasemia bisa bertahan hidup sampai dewasa yang penting melakukan transfusi darah setiap bulan. Penyakit ini juga fapat menimbulkan stunting bagi si penderita ataupun keturunannya. Maka penting sekali untuk ditangani dengan baik,” jelasnya lagi.

Ia menambahkan, POPTI NTT sangat berterima kasih kepada PMI NTT yang akan terus menyediakan stok tranfusi darah dan POPTI NTT akan menggandeng PMI untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat NTT tentang penyakit Thalassemia dan cara mencegahnya.

BACA JUGA:  Penekanan Pangdam IX/Udy Saat Apel Gelar Persiapan Pengamanan Kunker Wakil Presiden RI di Labuan Bajo