Bawang Merah Sabu Raijua Atasi Penyakit Jantung dan Darah Tinggi

Bawang-Merah-Sabu-Raijua-bisa-Atasi-Penyakit

Borong, SorotNTT.com – Bawang Merah Sabu Raijua merupakan salah satu bawang yang memiliki khasiat untuk menyembuhkan penyakit pada tubuh manusia. “Wola Huna Pudi” atau sebutan lainnya Bawang Merah berwarna Putih ini hanya ada di Kabupaten yang terkenal dengan Penghasil Garam terbaik di Indonesia itu. 

Bawang merah berwarna Putih tersebut merupakan salah satu bahan pangan lokal yang akan dipromosikan dalam rangka “Hari Pangan Sedunia tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur” yang diselenggarakan di Wae Bobo, Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Flores Nusa Tenggara Timur. 

BACA JUGA:  Di Matim Aparat Desa Diduga Pungli Urus Dokumen Kependudukan

Kasi Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sabu Raijua, Paulus Dira Tone, saat ditemui awak media di lapak tempat kegiatan tersebut mengatakan, ada banyak pangan lokal yang kami bawah dari Kabupaten Sabu Raijua.

“Salah satunya adalah bawang merah berwarna putih. Bawang ini memiliki khasiat tersendiri untuk mengatasi penyakit jantung dan tekanan dara tinggi,” kata Tone pada SorotNTTcom, Rabu (25/9/2019) siang. 

Menurutnya, bawang ini hanya dikupas kulit bagian luarnya saja, kemudian dimakan. Ini sudah kami lakukan di Kabupaten Sabu Raijua. 

“Menurut informasi yang kami dapat, cikal bakal munculnya bawang ini berawal dari  masyarakat yang menanam bawang merah. Namun, dalam perosesnya tiba-tiba muncul bawang berwarna putih itu ditengah bawang merah yang ditanam,” ujarnya. 

BACA JUGA:  Ritual Adat Untuk Perubahan Nama Kecamatan Poco ranaka dan Poco Ranaka Timur

Dia menambahkan, terkait bawang ini, ada orang yang sementara meneliti. Dari hasil penelitiannya, hingga saat ini kami belum mendapat seperti apa hasil dari penelitian bawang tersebut. 

“Selama ini ada orang yang mengalami penyakit jantung dan tekanan darah tinggi bisa sembuh dengan memakan bawang ini,” pungkasnya. 

Untuk diketahui, kegiatan “Hari Pangan Sedunia tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur” berlangsung selama 4 hari terhitung sejak tanggal 24-27 September 2019. 

BACA JUGA:  Boy Rafli Amar, Pilihan Presiden Jokowi Menjadi Kapolri, Ini Pendapat Lembaga, Pengusaha, Komisi 3 DPR RI dan Media

Laporan : Ferdinandus Lalong