Beredarnya Video ASN Intimidasi Wartawan, Ini Kata Kadis P&K Matim

Daerah Flores

BORONG, sorotNTT.com-Viralnya sebuah video yang memperlihatkan Kristo Selek, Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) mengintimidasi Wartawan beredar luas di Media Sosial Facebook dan WhatsApp.

Dalam video tersebut, Kristo Selek terlihat mengamuk dan menghalang-halangi kerja jurnalistik saat salah seorang Wartawan media online tengah melakukan tugas Jurnalistiknya.

“Stop dulu. Jangan foto, jangan foto, jangan ” demikian sahut Kristo setelah mencoba untuk mendorong dan merampas kamera milik Wartawan, meski berkali-kali dibilang bahwa “saya dari media” yang dilengkapi atribut jurnalis seperti kartu pers.

Video yang berdurasi 1 Menit 17 Detik itu sangat menyita perhatian publik termasuk Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur, Basilius Teto.

Ditemui di ruang kerjanya pada Jumat, (4/10/2019), Basilius sangat menyayangkan prilaku Kristo Selek yang meninggalkan tugasnya sebagai seorang guru demi urusan politik.

“Dia kan seorang ASN yang seharusnya tidak boleh terlibat dalam politik praktis apalagi yang bersangkutan ini meninggalkan jam tugasnya sebagai seorang guru. Dalam video itu, saya melihatnya dari sisi prilaku. Yang bersangkutan itu tidak menunjukan etika yang baik di tengah masyarakat,” kata Teto kepada sejumlah awak media.

Ia menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada Kristo Selek jika nantinya terbukti melanggar ketentuan undang-undang yang berlaku.

“Kalau memang terbukti apa yang dia buat itu tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku maka yang bersangkutan kita pindahkan atau mungkin kita berhentikan dari kepala sekolah,” tegasnya

Informasi yang dihimpun media ini, usai memberikan keterangannya dengan media, Kadis Teto memanggil oknum ASN untuk melakukan klarifikasi di Kantor Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur.

Laporan: Tim