Bernabas; Tambang Juga Memberi Rekam Jejak Positif Bagi Masyarakat

Daerah

Borong, SorotNTT.com, Kehadiran tambang di suatu wilayah memang menuai polemik di tengah masyarakat, ada yang setuju tetapi adapula yang tidak setuju semua dengan alasanya masing-masing, Seperti halnya yang terjadi di Lengko Lolok dan Luwuk desa Satar Punda, kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT)

Kehadiran investor tambang di wilayah ini bukan untuk pertama kalinya, sebelumnya ada tambang mangan beroperasi disana; bagi masyarakat tambang bukan hal yang baru ada banyak hal yang dirasakan saat tambang beroperasi, ada baik tapi ada juga buruknya

Dampak positif dan negatif akibat hadirnya tambang sudah dirasakan masyarakat Satar Punda, seperti yang di sampaikan oleh Bernabas Raba, mantan kepala desa Satar Punda yang juga salah satu pemilik lahan dimana dilahan tersebut akan dibangun sebuah pabrik semen.

Hal disampaikan saat menghadiri kegiatan sosialisasi diskusi publik dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang diadakan di kampung Lengko Lolok pada sabtu(12/09/2020)

Menurut Bernabas dimasa dirinya memimpin Satar Punda ada dampak positif yang dirasakan masyarakat, salah satu bukti yang ada sampai hari ini adalah akses jalan menuju kampung Lengko Lolok, Serise dan Luwuk.

Oleh karena itu menurut Bernabas kehadiran tambang di wilayah Satar Punda tidak hanya mendatangkan dampak negatif saja tetapi ada dampak positif yang dirasakan masyarakat, sehingga dirinya berharap kepada semua pihak untuk tidak memprovokasi masyarakat tetapi berikan pemahaman yang baik kepada masyarakat dengan menggambarkan dampak positif dan negatif akibat hadirnya tambang sehingga masyarakat memahami dampaknya.

“Jangan hanya dampak negatif saja yang disampaikan, terus dampak positif nya disembunyikan, itu yang terjadi selama ini, tegas Bernabas”.

Kami ingatkan kepada semua pihak untuk jujur mengatakan semua dampak yang terjadi itu, karna masyarakat sudah merasakan baik dan buruknya kehadiran Tambang itu.

Bernabas berharap dengan ada kajian yang dilakukan oleh tim penyusunan AMDAL bisa mensejahterakan masyarakat Satar Punda secara umum, selain itu dirinya juga berharap apapun hasil kajian yang dilakukan oleh tim AMDAL tidak memecah belah persatuan masyarakat.

“Kami mengharapkan kedepan dengan hasil kajian ini mudah-mudahan itu semua bisa memberikan kesejahteraan buat kami masyarakat desa Satar Punda, ujarnya.

Selain itu dirinya juga meminta kepada tim penyusun AMDAL agar mengkaji apakah lahan yang ada di Lengko Lolok termasuk Kategori Karst atau bukan.

“Saya minta sekali lagi kepada tim penyusun AMDAL berikan penjelasan tentang Karst, apakah karst disini (Lengko Lolok) tidak bisa diganggu lagi ataukah masih bisa di bongkar” tutupnya.