BOP-LBF Gelar Pelatihan Teknologi Hidroponik Untuk Masyarakat Mbeliling

Daerah

LABUAN BAJO- SorotNTT.Com-Perkuat sektor agrowisata melalui teknologi hidroponik pertanian, Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOP-LBF) bersama Pemerintah Kecamatan Mbeliling, menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia di Desa Golo Desat pada Selasa, (15/09/2020).

“Jika kita ingin menjadi petani dan peternak yang makmur, kita harus mendorong produk kita untuk bisa dimanfaatkan oleh banyak orang. Bagaimana caranya kita pastikan mereka menkonsumsi sayur-sayuran dari Mbeliling, bunga-bunga atau kopi dari sini atau produk lokal yang dihasilkan oleh teman-teman di Manggarai barat”, ucap Shana

Saat membuka kegiatan ia menyampaikan bahwa pertanian merupakan salah satu sektor yang memiliki peran penting yang dapat mensupport sektor pariwisata. Ia menekankan, pentingnya memenuhi standar kualitas pariwisata dari produk pertanian yang dihasilkan, sehingga mampu bersaing untuk masuk ke pasar industri pariwisata di Labuan Bajo.

Dengan begitu masyarakat dapat memperoleh manfaat dari pertumbuhan pariwisata Labuan Bajo yang tahun 2020 (sebelum pandemi Covid-19 melanda) ditargetkan menerima kunjungan 500 ribu wisatawan.

Lebih lanjut Direktur Utama BOP-LBF itu menegaskan, konsep wisata premium yang sedang dikembangkan di Labuan Bajo saat ini bukan hanya sekedar bicara tentang tarif mahal, tetapi juga kualitas produk dan pelayanan yang ditawarkan.

Karenanya ia berharap, melalui pengembangan teknologi pertanian hidroponik yang dilaksanakan BOP-LBF kali ini, dapat mendorong para petani di Kecamatan Mbeliling untuk menghasilkan berbagai produk pertanian yang mampu memenuhi standar kualitas pariwisata.

“Tahun 2019, hampir 85% supply bahan baku pangan industri pariwisata Labuan Bajo masih didatangkan dari luar daerah, sementara, 66% masyarakat masih berprofesi pada sektor primer, meliputi pertanian, perkebunan, perikanan, maupun peternakan. Berangkat dari kondisi ini, kami hadir disini untuk mendorong teman-teman untuk menangkap peluang tersebut”,tandas Shana Fatina.

Camat Mbeliling Robertus Resmianto turut hadir diacara tersebut. Dalam sambutannya, ia berpesan agar teknologi hidroponik harus dimanfaatkan untuk dapat meningkatkan pendapatan kesejahteraan dari sektor pariwisata daerah.

“Sudah ada 8 (Delapan) desa di Mbeliling yang ditetapkan sebagai desa wisata. Saya berterima kasih kepada BOP-LBF yang sudah datang dan melihat langsung potensi kami disini, begitupun kepada para peserta. Kita manfaatkan potensi yang ada untuk mendukung pariwisata kita. Hidroponik harus kita manfaatkan untuk meningkatkan pendapatan, kesejahteraan, dan pariwisata kita”, ujar Robertus.

Sementara itu, Kepala Divisi Industri dan Kelembagaan BOP-LBF Wisjnu Handoko yang turun secara langsung bersama para peserta terlihat sibuk menyiapkan rangkaian pipa hidroponik, ia juga ingin memastikan pelaksanaan pelatihan hidroponik dapat berakhir hingga semua bibit tanaman disemai.

“Target kami hari ke- 7 (Tujuh) semua bibit sudah harus disemai dan kami akan dampingi dan sekaligus monitoring perkembangan tanaman dan produktivitas kelompok sampai dengan panen pertama kita laksanakan”, tutup Wisjnu.(L-015)*