BPN Matim Serahkan 59 Sertifikat Tanah Milik Pemda

Daerah

Borong,Sorotntt.com- Sebanyak 59 sertifikat tanah milik Pemerintah Dearah Kabupaten Manggarai Timur secara resmi diserahkan oleh kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Manggarai Timur, Lambertus Klau dan diterima oleh Wakil Bupati Manggarai Timur, Drs. Jaghur Stefanus, hari ini Kamis 17/12/2020 di ruang kerjanya.

Wabup Matim Drs. Jaghur Stefanus dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada BPN Manggarai Timur yang telah membantu Pemda Manggarai Timur menerbitkan sertifikat tanah yang menjadi milik Pemda Matim.

Berdasarkan data, Pemda Matim memiliki cukup banyak lahan yang telah diserahkan secara resmi oleh pemilik hak ulayat tanah, namun tidak diproses lebih lanjut dan hal ini kemudian menimbulkan persoalan yang cukup pelik di tengah masyarakat.

Kabupaten Manggarai Timur sebelumnya, pada masa pemerintahan Bupati Yoseph Tote, juga telah menerima sertifikat tanah pemda yang diproses oleh BPN Manggarai Timur sehingga penyerahan kali ini adalah yang kedua kalinya sejak Matim terbentuk.

Wakil Bupati Manggarai Timur juga mengatakan bahwa masih ada beberapa lahan yang telah diserahlan oleh masyarakat untuk pembangunan fasilitas umum yang belum diproses sertifikat kepemilikannya,

“sangat diharapkan bantuan dan dukungan dari BPN Matim bekerja sama dengan instansi terkait untuk memproses dan menerbitkan sertifikat tanah tersebut” Kata Stefanus

Wabup juga berharap organisasi perangkat daerah terkait pada lingkup Pemda Manggarai Timur, untuk proaktif dan memenuhi semua persyaratan sesuai aturan yang berlaku untuk mempercepat proses penerbitan sertifikat atas tanah milik pemerintah daerah.

“Diharapkan pada tahun 2021 lahan-lahan milik Pemda Matim semuanya sudah memiliki sertifikat dan dapat gunakan untuk kegiatan pembangunan,” Harapnya

Sementara itu kepala BPN Matim Lambertus Klau menyampaikan sertifikat yang diserahterimakan hari ini sejumlah 59 buah sertifikat yang terdiri dari 55 sertifikat merupakan bidang tanah yang melalui proses pendaftaran pertama kali dan 4 sertifikat merupakan bidang tanah yang melalui proses pemecahan hak.

Kepala BPN Matim juga menyampaikan bahwa catatan penting yang harus diketahui bersama terkait penerbitan sertifikat tanah Pemda yaitu bahwa jika Pemda melakukan pengadaan dan sertifikasi tanah maka harus memastikan tanah tersebut clean dan clear. Hal ini berarti bahwa tanah tersebut harus sesuai dengan tata ruang wilayah, tidak berada dalam wilayah sempadan pantai, kawasan hutan dan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan).

“Harapan kami dengan diserahkannya 59 Sertifikat tanah milik Pemda Matim hari ini dapat menjadi kekuatan hukum untuk proses pembangunan Manggarai Timur dan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat Manggarai Timur.“ Harap Klau