Bupati Andreas Penuhi Janjinya Beri Dwi Putri Bonus 100 Juta

Borong, SorotNTT.Com-Bupati Agas betul-betul menepati janjinya untuk menjemput dan membarikan bonus 100 juta kepada Dwi Putri Putri Atlet Kempo FKI Matim yang mengharumkan nama NTT dan Indonesia pada ajang Internasional di Tunisia.

Tidak main-main Bupati Andreas bahkan menjemput
Yohana Dwiputri Gadansia bersama Sekda Matim Boni Hasudungan di Kabupaten tetangga Manggarai.

Selain itu antusiaisme warga masyarakat yang sedari pagi menunggu kepulangan Dwi menunggu di Wae Reno daerah perbatasan Kabupaten Matim dan Kabupaten Manggarai, Minggu (22/05/2022), menjadi pemandangan yang tidak biasa. Sungguh momentum yang sangat langkah, tetapi penuh kebangaan.

Dalam pantauan media diperkirakan lebih dari 30 mobil ikut menjemput Dwi dan ratusan motor yang membuat jalur Ruteng Bealaing sempat macet.

Bupati Andreas membuka sambutannya dengan menyebut perempuan sebagai Matahari.

“Saya mengawali sambutan saya dengan menyebut perempuan itu ibarat matahari. Dia bukan bulan tapi matahari. Dia yang memberikan kita cahaya. Dia memberikan energi positif sehingga, kita semua bisa bersukacita dan berkumpul bersama di tempat ini. Dia adalah Putri Kebanggaan, Atlet Kempo asal Manggarai Timur Yohana Dwi Putri Gadansia,” ungkap Bupati Agas Andreas, seraya mengajak Dwi Putri bersama tiga atlet dari kabupaten Manggarai untuk berdiri di sampingnya.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Pastikan Guru SMK akan Sejahtera, Asalkan Kerja Secara Serius

Dwi sendiri langsung dihantar ke sekolah dan mengikuti apel penjemputan bersama civitas akademi SMAN 5 Poco ranaka.

Pada kesempatan tersebut Bupati Andreas menuaikan janjinya dengan menyerahkan bonus 100 juta, melalui penyerahan buku rekening SIBUHAR dengan nominal 100 juta rupiah.

Sukacita penyambutan Yohana Dwi Putri Gadansia ini, dihadiri sejumlah pejabat diantaranya yaitu Ketua DPRD Matim Heremias Dupa, Wakil Ketua I DPRD Bernadus Nuel, Ketua Komisi A DPRD Matim Siprianus Habur, Ketua TP PKK Matim Ny. Theresia Wisang Agas, Sekda Matim Boni Hasudungan Siregar, Sekda Manggarai Fansi Jahang, Kadis PPO Matim Basilius Teto, Sekdis PPO Matim Rofinus Hibur Hijau, Kadis PUPR Matim Yoseph Marto, Kabag Prokopim Jefrin Haryanto, Senpai dan sesepuh FKI, para guru SMA Negeri V Pocoranaka, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh adat Desa Bangka Pau.

BACA JUGA:  BOP-LBF Lakukan Gerakan BISA plus CHSE Di Pantai Kawaliwu Larantuka Flores Timur

“Kita semua patut berbangga atas prestasi luar biasa yang diraih oleh atlet Kita. Dia seorang perempuan yang telah mengharumkan nama NTT khususnya Manggarai Timur, membawa bendera Indonesia di kejuaraan Kempo Dunia Tunisia. Saya ikuti terus perkembangan atlet kita sejak awal. Mereka mengibarkan bendera dan menyanyikan lagu Indonesia raya di Tunisia,” ungkap Bupati Agas.

Selain itu, di hadapan guru dan sejumlah pejabat yang hadir, Bupati Agas meminta agar mendidik generasi Manggarai Timur menjadi manusia merdeka, “Jangan pernah mendidik anak-anak dalam posisi tertekan.

Saya minta para guru untuk mendidik anak-anak untuk bebas. Mereka harus belajar dalam kondisi bahagia. Meskipun tekanan itu penting tapi belajar dalam kondisi jiwa yang merdeka bagus untuk mengasah kreativitas mereka,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Presiden: Realisasi Program Perlindungan Sosial Telah Berjalan dengan Baik

Pada bagian akhir pidatonya Bupati Andreas menekankan pentingnya membangun Matim dengan lomba-lomba berprestasi, bukan lomba-lomba menghujat orang lain.

” Matim ini harus dibangun dengan fondasi kebaikan, dengan berlomba-lomba menghasilkan prestasi. Berhenti bicara kalau kita tidak melakukan apapun, apalagi kalau tidak berprestasi.