Bupati Edi Endi Tidak Berkutik Dihadapan Bosnya ?

Sorotntt.com – Menelisik gaya kepemimpinan Edi Endi sebelum dan sesudah menjadi Bupati Manggarai Barat.

Edi Endi Sebelum Menjadi Bupati.

Ketika pernah menjadi anggota dan Ketua DPRD Manggarai Barat, sosok Edi Endi tampak terlihat berkarakter. Dalam pelbagai isu, Edi Endi selalu tampil berbeda dari anggota DPRD lainnya.

Keberpihakannya untuk membela dan memperjuangkan kepentingan rakyat terdengar jelas, pedas, dan tegas. Satu contoh bagaimana Edi Endi mengkritik pembangunan Marina dikampung ujung.

“Edi Endi ingin agar pembangunan Marina saat itu tidak hanya untuk para pengusaha besar, tetapi pengusaha lokalpun diberi ruang. Tidak ada manfaatnya kalau kami sebagai rakyat mabar hanya melihat gedung yang mewah ini saja,”

Begitu juga soal hutan bowosie, misalnya. Narasi-narasi ini setidaknya mengingatkan saya pada karakter seorang Edi Endi. Mungkin masih banyak diluar sana yang bisa bersaksi tentang karakter Edi Endi. Apa hasilnya ? Mari kita telusuri fase kepemimpinannya.

Edi Endi setelah menjadi Bupati.

Ketika Edi Endi terpilih menjadi Bupati Manggarai Barat, karakter yang tadinya tampak tegas dan nyaring itu berubah menjadi “pendengar setia”, tidak berkutik dan manut pada perintah atasannya.

BACA JUGA:  Risky Tenggelam di Sungai Wae Pesi Reo

Ketika Edi Endi terpilih menjadi Bupati kekuasaan tertinggi tampaknya terpusat pada bosnya yang menjadi pemegang kekuasaan tertinggi. Mulai dari peraturan, prosedur, maupun membuat keputusan, selalu didominasi oleh pihak tertentu.

Sehingga orang yang bekerja dalam naungannya, harus mengikuti dan menjalankan perintah. Fakta ini saya amati terjadi di kepeimiminan Edi Endi hari ini. Roh kemanggaraian dan marwahnya sebagai Bupati Mabar jatuh dan  tidak berkutik.

Apakah Edi Endi benar demikian? Bisa ya, bisa tidak. Mari kita telisik gaya kepimpinannya. (style of leadership). Untuk mengukur gaya kepemimpinan seseorang bisa dilihat dari 3 (tiga) model kepemimpinan.

Pertama, model kepimpinan yang timbul karena anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, model kepemimpinan yang timbul karena sifat atau karakter dari seseorang. Ketiga, model’ kepemimpinan yang timbul karena hasil dari proses pembelajaran.

Dari tiga model’ kepemimpinan itu saudara ingin mengkategorikan Edi Edi pada model’ yang mana. Penilaian kita pasti berbeda. Dari pengamatan saya, Edi Endi tepatnya ada pada kategori model’ kedua yakni model kepemimpinan yang timbul karena sifat atau karakternya.

BACA JUGA:  Sidak Kendaraan Milik Anggota Polres Mabar, Seksi Propam Temukan Ada Yang Melanggar

Karakter yang sama ada juga pada Viktor Laiskodat. Keduanya bagai pinang dibelah dua. Nyaris sama. Pandai bermain kata-kata tetapi hasil akhirnya nol besar.

Marina dibangun untuk siapa? Tanah ulayat bowosie dicaplok untuk siapa? Tanah, sawah, pekarangan bahkan rumah warga digusur untuk jalan menuju golo mori untuk siapa? Tanah 30 hektar di keranga milik pemda yang akan dibangun hotel bintang lima untuk siapa? Model kepemimpinan seperti ini cenderung otoriter dan menguntungkan kelompoknya.

Sifat dan karakter yang ingin benar sendiri dan tidak peduli dengan rakyat adalah type kepemimpinan otoriter (Authoritarian leadership).  Kepemimpinan otoriter adalah gaya kepemimpinan yang absolut dan menginginkan semua orang patuh tanpa syarat kepada sang pemimpin.

Pemimpin otoriter cenderung merasa bahwa dirinyalah yang paling pintar. Sehingga mereka beranggapan bahwa semua kesuksesan yang terjadi adalah karena hasil dari kepemimpinan mereka. Mereka pun tidak suka mendapat kritik dan saran dari orang lain.

BACA JUGA:  Polres Mabar Tangkap 2 Terduga Pengedar Narkoba

Gaya kepemimpinan ini sering dipandang negatif karena tidak adanya kebebasan berpendapat untuk orang lain selain sang pemimpin itu sendiri. Tampaknya model kepemimpinan seperti ini terjadi di bumi NTT dan Manggarai Barat.

Gerakan “people power”.

Tidak ada pilihan lain. Rakyat harus bangkit untuk melawan. Ketika muncul pemimpin otoriter, rakyat harus bersatu  untuk melawannya.

Penulis:Plasidus Asis Deornay S.H.
Advokat tinggal di Labuan Bajo.( Tulisan Ini menjadi tanggung jawab penuh penulis )