Bupati Hery: Jabatan Pimpinan Tinggi Harus Diduduki Oleh Orang Yang Tepat

Daerah

RUTENG, SorotNTT.Com-Pemerintah Kabupaten Manggarai menggelar uji kompetensi terhadap Sejumlah pejabat Eselon II. Kegiatan kompeyensi ini sebagai bagian dari upaya mencari birokrat yang responsif dalam mengoptimalkan kinerja birokrasi pemerintahan.

Bupati Manggarai, Hery Nabit hadir membuka kegiatan yang berlangsung di aula Ranaka, Kantor Bupati Manggarai, di Ruteng, Kamis (12/8/2021). Panitia seleksi terdiri dari Sekda Manggarai, Fansi Jahang, Kepala BKPSDMD Kabupaten Manggarai Timur, Yustina Ngidu, dan mantan Sekda Manggarai, Manseltus Mitak.

Selain itu dua orang akademisi, masing-masing, Maksimus Regus, dan Hendrikus Midun. Kegiatan itu dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat. Seperti memakai masker, tempat duduk diatur jaraknya, dan tidak berkerumun.

“Kegiatan uji kompetensi ini sebagai bagian dari upaya mencari birokrat yang responsif dalam mengoptimalkan kinerja birokrasi pemerintahan. Sehingga, kegiatan ini sangat penting untuk dilaksanakan,” ujar Bupati Hery saat membuka kegiatan uji kompetensi itu.

BACA JUGA:  Dandim 1612 Manggarai Mendampingi Bupati Meninjau Lokasi Jalan Longsor Ruteng-Reo

Menurut Bupati Hery, birokrat yang responsif itu menjadi salah satu syarat utama mengoptimalkan kinerja birokrasi pemerintah. Sehingga jabatan pimpinan tinggi harus diduduki oleh orang yang tepat. Orang yang punya kompetensi dan punya integritas. “Pada sisi lain, seorang pemimpin itu punya tanggung jawab,” katanya.

Buapti Hery mengaku, mutasi ataupun rotasi serta promosi jabatan merupakan sesuatu yang biasa saja. Mutasi atau rotasi, itu merupakan sebuah langkah yang baik untuk organisasi juga untuk diri pribadi ASN demi menghindari kejenuhan maupun kebosanan.

Kegiatan uji kompetensi tersebut bertujuan mengevaluasi kinerja. Sekaligus menjadi dasar pertimbangan dalam pengisian jabatan melalui rotasi atau mutasi pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Manggarai. Hasil uji kompetensi ini, nantinya dapat digunakan untuk pemetaan kembali pejabat sesuai kompetensinya masing masing.

BACA JUGA:  Dalam Forum P2TP2A Matim, Bupati Agas Ingatkan Kerja Dengan Data

“Istilah ini sering disebut dengan the right man on the right place. Kita ingin menjalankan prinsip meritokrasi secara efektif. Dengan menempatkan ASN sesuai kualifikasi, kompetensi, dan kinerja,” tegas Bupati Hery.

Kepada para peserta, Bupati Hery berpesan agar mengikuti uji kompetensi dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian diharapkan para peserta nantinya mampu memberikan kontribusi yang maksimal demi mewujudkan Kabupaten Manggarai yang maju, adil, dan berdaya saing.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Manggarai, Lody Moa, kepada TIMEX menjelaskan, para pejabat Eselon II yang mengikuti uji kompetensi itu berjumlah 14 orang. Usai melaksanakan uji kompetensi, para peserta nantinya akan mengikuti ujian tertulis dan wawancara akhir.

“Tahap berikutnya, peserta akan lanjut ujian tertulis dan wawancara. Kegjatan selama dua hari. Kamis (12/8) dan Jumat (23/8). Kegiatan ini betul-betul menerapkan protokol kesehatan. Kompetensi ini tujuanya, untuk pemetaan kembali pejabat sesuai dengan kompetensinya,” jelas Lody.