Bupati Mabar: 6 Bulan Pertama Kami Akan Jalankan Program Utama

Daerah Flores

Kupang, SorotNTT.Com-Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL)  melantik dan mengambil sumpah 5 pasangan Bupati dan Wakil Bupati hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 yakni  Kabupaten Sumba Timur, Manggarai, Ngada, Timor Tengah Utara (TTU) dan Manggarai Barat, Jumat (26/2/2020) Di rumah jabatan Gubernur NTT .

Saat di temui awak media di sela sela acara pelatikan  dan pengangkatan sumpah jabatan , Bupati  terpilih kabupaten Manggarai Barat  memberikan keterangan  kepada awak media ketika di mintai pendapatnya .  Edistus Endi menjelaskan semua  program utama yang akan  langsung dilaksanakan saat mereka kembali ke Manggarai Barat setelah acara pelantikan .

Salah satu pasangan yang di Lantik  Gubernur NTT adalah pasangan Bupati Manggarai Barat beserta wakil, Edistus Endi, SE dan dr. Yulianus Weng, M. Kes.

Target 6 bulan merupakan tugas yang akan kami laksanakan setelah terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati  jelas Edistus.

“Yang pertama akan kami laksanakan  yakni pemeriksaan anti gen bagi  masyarakat sebanyak 10 ribu  secara gratis ,kedua adalah perbaikam ruas jalan utama labuan bajo yang merupakan distinasi pariwisata yang sudah mendunia   dan akan  dibuka jalur baru agar tidak ada kemacetan di sekitar jalan Soekarno Hatta,” tambah Edistus .

Lebih lanjut akan di berlakukan waktu operasional bagi kendaraan roda enam untuk masuk di perkotaan,  jam 4 sore tidak di perkenankan untuk masuk di perkotaan agar masyarakat bisa menikmati jalan di atas jam 4, untuk berolah raga.

Salah satu yang menjadi program utama juga adalah kebersihan  ,lanjut Edistus .

Kami akan memeriksa semua kantor yang ada di lingkup kabupaten Manggarai Barat, dan yang akan kami periksa adalah  toilet. Menjadi tolak ukur bersihnya satu rumah tinggal  adalah  kebersihan toilet . 

Lebih lanjut Bupati terpilih itu menjelaskan untuk program  pembenahan  di bidang pemerintahan lingkup kabupaten Manggarai Barat .

Pembenahan di semua lini sehingga menghasilkan pemerintahan yang  bersih dan bersinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat .

“Kami tidak bangga jika tidak terjadi kemacetan dalam satu dua tahun kedepan. tetapi merupakan suatu kegagalan apabila labuan bajo yang merupakan icon pariwisata  masih mengalami ke macetan  ketika kami menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati. 

Dalam Waktu 6 bulan kami akan terus bekerja membenahi yang masih kurang, saya minta kerja sama  yang baik dengan semua pihak.

Awak media juga sebagai mitra, dalam memantau  kinerja kami dalam waktu 6 bulan kedepan, pungkas Edistus.