Bupati Manggarai Soroti Tiga Persoalan Besar Seperti, Aset Pemda, Kebersihan Kota hingga BUMDes Bermasalah

Daerah

Ruteng, SorotNTT – Bupati Manggarai, Herybertus G.L Nabit, pada masa awal kepemimpunanya menyoroti tiga masalah di Kabupaten Manggarai, NTT, antara lain, penertiban pengelolaan aset, kebersihan kota dan sejumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang diduga bermasalah.

Bupati Hery mengatakan, pihaknya berkomitmen segera menertibkan praktek ilegal jual beli aset daerah yang selama ini marak terjadi, baik di Pasar Inpres Ruteng maupun Ruko (rumah toko) milik Pemda di Pasar Rakyat Ruteng.

Langkah tersebut kata Heri dilakukan agar bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Manggarai.

“Aset apa saja, seperti tanah, bisa ditanami apa. Lalu bangunan, bisa disewakan seperti apa, selama ini berapa sewa per tahun, kalau masih bisa dinaikan, yah dinaikan,” ujar Bupati Hery kepada wartawan usai acara serah terima jabatan (Sertijab) di Aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai, Ruteng Senin (1/3).

Selama ini kata dia, marak terjadi praktek calo jual beli aset sementara aset tersebut merupakan milik pemerintah daerah. Bupati Hery mengungkapkan akan mengoptimalkan sejumlah aset seperti tanah, bangunan dan aset lainnya.

Diketahui Selama ini sewa ke pemerintah Rp 2 juta per tahun, lalu sewakan lagi oleh orang ini ke orang lain Rp20 juta, dia untung Rp 18 juta. Barang pemda punya, masa dia untung Rp 18 juta,” ungkap dia.

Bupati Hery juga menguraikan, bahwa pihaknya bakal melakukan pengecekan mengenai aset ruko (rumah toko) yang terletak di lantai satu Manggarai Convension Center (MCC). Karena selama ini, sejumlah Ruko tersebut ditengarai tidak membayar pajak retribusi kepada pemerintah daerah.

Kasih saya waktu sedikit untuk mengecek. Ini adalah arahan umum saja untuk merumuskan prioritas-prioritas yang dikerjakan ke depan, jelasnya.

Di samping itu, Bupati Hery juga menyoroti sejumlah BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) yang bermasalah. Di mana, sejumlah BUMDes di Kabupaten Manggarai dilaporkan tidak sehat atau bermasalah karena tidak produktif menambah PADes (Pendapatan Asli Desa). Bahkan setiap tahun melakukan penyertaan modal dari Dana Desa (DD) dengan nilai ratusan juta setiap desa.

Ia berjanji akan berkoordinasi dengan pihak Inspektorat Kabupaten Manggarai. Usai mendapatkan data-data temuan dari Inspektorat akan ditindaklanjuti.

Dirinya juga akan menindaklanjuti bila ada temuan Inspektorat untuk segera dikelola dengan baik dan bertanggung jawab dan bisa berdampak terhadap kesejahteraan rakyat.

“Kita tidak punya satu pun BUMDes yang sukses. Karena itu, saya mau tahun ini satu saja dulu yang sukses sehingga bisa menjadi contoh untuk BUMDes yang lain,” terang Bupati Hery.

Ia juga bakal memanggil pihak Inspektorat Manggarai untuk mengetahui sejauh mana hasil pemeriksaan yang mereka lakukan selama ini.

Bupati Hery mengakui bahwa, pihaknya tidak terjebak dalam program prioritas 100 hari kerja, akan tetapi kebersihan kota menjadi prioritasnya selama empat (4) bulan ke dapan.

“Tidak boleh terjebak dalam 100 hari kerja, kalau soal perioritas mungkin 4 bulan ke depan kita akan benahin terkait pembersihan kota,” tuturnya.

Meskipun Bupati Hery belum menjelaskan langkah strategis apa yang akan ditempuh dalam menyelesaikan persoalan kebersihan kota Ruteng.