Camat Pacar Akan Integrasikan Pengembangan Destinasi Pariwisata Dengan Pertanian

Labuan  Bajo, Sorotntt.com,- Potensi wisata yang ada di wilayah Kecamatan Pacar dengan berbagai kekayaan alam dan budayanya sangat potensial dieksploitasi ke arah pariwisata.

Wilayah Kecamatan Pacar yang mencakup 13 Desa dan 4 Desa Persiapan memiliki bentang alam yang unik, dan memiliki banyak spot wisata, tentu masih perlu pembenahan berbagai insfratruktur menuju spot wisata, Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat yang belum terintegrasi dalam konsep pariwisata premium Labuan Bajo

Camat Pacar Ferdinandus S. Pelong, SE, Selasa (8/2/2022)  kepada media ini mengatakan kalau mencermati masterplan pembangunan pariwisata Manggarai Barat maka ada 4 Destinasi Pariwisata Daerah (DPD) yang akan dikembangkan dan salah satunya ada di Kecamatan Pacar yaitu di Watu Timbang Raung.

“Kalau DPD komodo mengandalkan satwa  komodo dan bahari menjadi kekuatannya dan DPD Sano Nggoang mengandalkan kawasan mbeliling dengan burung endemiknya yang didukung oleh keberadaan beberapa air terjun dan danau menjadi kekuatannya, maka DPD Timbang Raung yang berada di wilayah Kecamatan  Pacar maka kita dorong wisata budaya menjadi kekuatannya yang diintegrasikan dengan sistem pertanian yang masih konvensional,” Jelas Camat Ferdinandus

BACA JUGA:  Paroki Kristus Raja Mbaumuku Ruteng Berbagi
Foto : Camat Pacar Ferdinandus S. Pelong, SE

Lebih lanjut Ferdinandus menjelaskan bahwa Watu Timbang Raung Itu memang masuk wilayah Desa Rego Kecamatan Macang Pacar dan itu berdasarkan nomenklatur Destinasi pariwisata Daerah (DPD). Yang dimana dalam dokumen rencana induk pengembangan pariwisata daerah (RIPARDA) Kabupaten Manggarai Barat, DPD Timbang Raung termasukĀ  bagian dari Kecamatan Pacar, Macang Pacar, Kuwus, Kuwus barat dan Ndoso, turunannya KSPD (kawasan strategis pariwisata daerah) termasuk KSPD pacar pu’u. Terangnya

BACA JUGA:  Polres Mabar Tangkap 2 Terduga Pengedar Narkoba

Sementara untuk dua Desa yang telah ditetapkan sebagai Desa Wisata, Menurut Camat Ferdinandus, itu akan di tata dengan pola pendekatan yang berbeda.

“Dua desa yang sudah ditetapkan menjadi desa wisata yaitu Desa Loha dan Desa Pacar kita tata dengan pendekatan yang berbeda yaitu Loha dengan konsep surfive tourism dan Desa Pacar kearah culture tourism tetapi dua-duanya harus diintegrasikan dengan pertanian sehingga tidak meninggalkan aktivitas keseharian masyarakat tetapi aktivitas pertanian itu kita jadi bagian dari atraksi pariwisata yang berbasis pada masyarakat,” Ungkapnya

Lebih lanjut Ia mengatakan untuk saat ini pihaknya akan prioritaskan dua Desa untuk dilakukan pengembangan potensi wisatanya, dan selanjutnya nanti akan diikuti dengan Desa-desa yang lain.

BACA JUGA:  Warga Desa Bileon di TTS Persoalkan Pengelolaan Dana Desa

“bahwa sebenarnya ada beberapa Desa juga sudah ditetapkan, hanya kita prioritaskan untuk 2 (dua) desa itu, nanti selanjutnya desa lain pasti di kemabangkan supaya lebih konsentrasi pengembangannya,” Tuturnya.

Pedi