Cerita Dibalik Kopi

Daerah

Ruteng, SororNTT.Com-Bupati Manggarai Timur,Agas Andreas, SH, M.Hum, membuka kegiatan Workshop Kopi Nusa Tenggara Timur di Hotel Revayah Ruteng pada Jumat (12/11/12).

Kegiatan ini mengam bil tema “Cerita Dibalik Kopi, Narasi Budaya Dibalik Kopi Colol (Kopi Untuk Dunia)”. Workshop ini diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Bali  dan didukung oleh Dinas Pariwisata Kab. Manggarai Timur dalam rangka pendukungan terhadap Pengembangan Destinasi Super Prioritas Labuan Bajo.

Dalam sambutannya Bupati Manggarai Timur menjelaskan secara singkat mengenai sejarah kopi Colol dan perannya dalam kehidupan masyarakat.

“Pada tahun 1937 pemerintah kolonial Belanda menggelar sayembara penanaman kopi yang disebut ”Pertandingan Keboen”. Sayembara itu sejalan dengan kebijakan Raja Manggarai saat itu, Alexander Baruk (1931-1945) yang gencar mengenalkan budidaya padi dan tanaman perkebunan kepada rakyatnya.”

“Untuk masyarakat Colol khususnya dan Manggarai secara keseluruan, kopi adalah kehidupan.

Memelihara kopi sama dengan memelihara kehidupan.
Kopi adalah bagian dari kehidupan setiap orang dalam masyarakat.
Masyarakat Colol dan Manggarai Timur secara keseluruhan mengamini bahwa semua orang memiliki kedudukan yang sama dihadapan kopi. Tidak ada sekat jabatan, ekonomi, agama dan latar belakang”

BACA JUGA:  Karya Kolping Keuskupan Ruteng Bantu Beri Masker Kepada Paroki Rua

Berbicara tentang kualitas kopi, Kabupaten Manggarai Timur boleh berbangga karena kopi jenis Arabika dan Robusta dari daerah Colol telah meraih penghargaan nasional sebagai kopi terbaik Indonesia tahun 2015. Penghargaan ini diraih setelah memenangkan Kontes Kopi Specialty Indonesia di Banyuwangi tahun 2015. Kontes Kopi tersebut diikuti 137 jenis kopi specialty dari seluruh daerah di Indonesia yang terdiri dari 76 jenis kopi Arabika dan 61 jenis kopi Robusta. Kontes ini diselenggarakan oleh Asosiasi Exportir dan Industri Kopi Indonesia serta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember. 

Beragam cara dilakukan Pemda Matim untuk mempertahankan kualitas dan  meningkatkan produktifitas kopi. Diantaranya dengan meningkatkan penyuluhan dan pelatihan mengelola kopi mulai dari pembibitan hingga pengolahan kopi pasca panen, memberikan bantuan peralatan berupa mesin pengolahan kopi pasca panen, melakukan pelatihan dan kelas lapang bagi petani kopi dalam mengolah kebun kopi, melakukan penyambungan tunas, peremajaan, dan berbagai pelatihan lainnya. BUMN, dan Koperasi juga didorong untuk memberikan bantuan modal usaha Melalui Kredit Usaha Rakyat dengan bunga yang rendah.

BACA JUGA:  Tersangka KPK Masuk dalam Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Nagekeo

“Produksi kopi di Kabupaten Manggarai Timur tahun 2020 yakni kopi Arabika 422,61kg per hektar lahan sementara kopi Robusta 419,96kg per hektar lahan. Sementara total produksi kopi jenis Arabika tahun 2020 sebesar 16.392 ton dan kopi jenis Robusta sebesar 26.095 ton,” demikian disampaikan Agas.

Dilanjutkannya bahwa, penyajian kopi juga membutuhkan keahlian dan keterampilan khusus untuk mendapatkan cita rasa kopi Colol yang sesuai dengan kebutuhan pasar modern. Karenanya Pemda Matim juga mengutus anak-anak muda berbakat untuk mengikuti pelatihan barista. Pemda juga mengapresiasi munculnya kaum muda yang mengembangkan bisnis dengan membuka kedai kopi di Borong.

“Saat ini, ada 6 buah kedai kopi dalam kota Borong. Jumlah ini belum termasuk usaha-usaha kopi rumahan. Semuanya dengan tujuan yang sama, membawa Kopi Colol menjadi untuk dunia.”

BACA JUGA:  Kren, Kampanye Calon Kades Bangka Kenda, Arianus Soa di Hari Sumpah Pemuda

Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta yang berasal dari Kabupaten Manggarai Timur, Kab. Manggarai Barat dan Kabupaten Manggarai. Para peserta adalah para petani kopi, pengusaha kopi dan utusan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat.