Daftar Nama-Nama Tersangka Kasus Jual Beli Aset Negara di Labuan Bajo Senilai 3 Triliun

Daerah

Labuan Bajo, JNN.co.id–Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT menetapkan 15 tersangka selain Bupati Agustinus Ch. Dula dalam kasus jual beli aset negara di Keranga, Labuan Bajo senilai 3 triliun.

Penetapan tersangka dilakukan Kejati NTT pada Kamis (14/1/2021) siang. Saat ini ke 15 tersangka sudah diterbangkan ke Kupang untuk menjalanai penahanan.

Penetapan para tersangka sekaligus penahanan, setelah ditemukannya dua alat bukti yang cukup sebagaimana pasal 183 KUHAP dan adanya alasan obyektif maupun subjektif sebagaimana pasal 21 KUHAP, bahwa dalam proses penyidikan tersebut tim penyidik setelah melakukan pemeriksaan terhadap 102 orang saksi dan 5 orang ahli serta telah melakukan penyitaan sejumlah uang aset tanah seluas ± 30 Ha serta dua hotel.

BACA JUGA:  Saat Presiden Jokowi Kunjungi Tempat Terbaik Menikmati Senja di Labuan Bajo

“Salah satu tersangka dalam kasus itu adalah Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula. Adapun tersangka lainnya adalah Bagian Tata Pemerintahan Ambrosius Syukur, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Abdullah Nur,” ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati NTT, Abdul Hakim.

Hakim melanjutkan, untuk nama tersangka lainnya antara lain adalah Calon Wakil Bupati Manggarai Barat, Andi Riski Nur Cahaya D, pengusaha Hotel Veronica Syukur, Mahmud Nip, Theresia Dewi Koro Dumu, Supardi Tahiya, Afrizal alias Unyil, Mashiloano Deverizz (laki-laki bule warga negara Italia), Ente Puasa, dan Haji Sukri.

“Di Kejagung sendiri ada dua tersangka antara lain Muhammad Achyar dan Dai Kayus,. Sedangkan di Kejati NTT di Kupang ada Marthen Ndeo, Caitano Soares. Jadi total semuanya ada 16 tersangka,” ungkap Hakim.

BACA JUGA:  Meningkatnya Kasus Covid 19 di NTT, Kapolda NTT Perintahkan Perketat Pengawasan Jalur Keluar Masuk NTT

Bupati Manggarai Barat, Gusti Dula, sendiri belum diberangkatkan ke Kupang karena harus menunggu surat izin dari Menteri Dalam Negeri.

Di bawah ini nama-nama tersangka jual beli aset yang merugikan negara senilai 3 triliun itu antara lain; Agustinus Dula, Abdulah Nur, Ambros Sukur, Andi Rizki Cahya D., Ente Puasa, Haji Sukri, Mahmud Nip, Masimiliano, Afrizal alias Unyil, Veronika Sukur, Theresia Koroh, Dai Kayus, Supardi Tahiya, Muhamad Achyar, Caetano Soares, dan Marthen Ndeo.

BACA JUGA:  Badan Geologi Sambangi Lengko Lolok dan Luwuk Untuk Melakukan Penyelidikan

Laporan dan Editor: Pepy Dain