Debat Publik KPU Manggarai: Paslon Deno-Madur Pertanyakan Nomenklatur Bantuan Rp1 Juta dari Paslon Hery-Heri

Daerah

Ruteng, SorotNTT.Com—Debat Publik yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum(KPU) Kabupaten Manggarai, yang mempertemukan kedua Pasangan Calon(Paslon) Deno-Madur dan Hery-Heri, berlangsung cukup alot.
Paslon Deno- Madur dan Hery-Hery saling memberikan pertanyaan pada momen debat publik, Sabtu (14/11/2020).

Pada kesempatan itu, Calon bupati(Cabup) Deno Kamelus menanyakan tentang nomenklatur bantuan uang Rp1 juta untuk setiap petani dan dari mana anggaran insentif Rp1,5 juta bagi para guru? Kepada Cabup Hery Nabit.

Untuk diketahui, saling bertanya antara cabup terjadi pada sesi lima debat  Paslon untuk Pilkada Manggarai yang dipandu Dosen Undana Kupang, Yohanes Jimmy Nami.

Disaksikan awak media di gedung Manggarai Convention Centre(MCC) Sabtu (14/11/2020), dua Cabup saling melontarkan pertanyaan dan ditanggapi.

Hal ini juga terjadi antara calon wakil bupati , dinana saling memberi pertanyaan dan ditanggapi masing-masing.

Cabup  Deno Kamelus mengatakan, dalam program yang diusung Cabup Hery Nabit dalam membangun Manggarai, ada poin tentang bantuan untuk petani sebesar Rp1 juta.

Pertanyaannya, bantuan itu apa nemenklaturnya dan sumber anggarannya dari mana?”Ada program bantuan untuk petani, apa nomenklaturnya. Biar kita tahu persis ini dan sumber pembiayaanya dari mana?”katanya.

Selain soal itu, lanjut Paslon Deno, ada juga item soal dana insentif sebesar Rp1,5 juta bagi para guru. Anggarannya dari mana, karena kalau dikalkulasikan totalnya mencapai Rp58 miliar lebih. Anggaran sebesar itu tidak kecil untuk ukuran Manggarai dengan APBD terbatas.

Menanggapi pertanyaan itu, Cabup Hery Nabit mengatakan, bantuan uang untuk petani itu nomenklaturnya bantuan untuk petani milenial.

Mengapa pasangan Hery-Heri mempunyai program ini? Hasil perjalanan keliling Manggarai ditemukan soal di tingkat petani, terutama kaum muda alami kesulitan biaya mengelola lahan.Lahan tidak kerja atau tidak dikerjakan maksimal karena kesulitan untuk kelola lahan.

Kami punya solusi konkret atas masalah ini, yakni bantuan uang Rp1 juta untuk petani milenial,” katanya.

Dikatakan, bantuan ini hanya rangsangan bagi petani milenial untuk mengelola lahan guna ditanami komoditas strategis seperti jahe, porang, sayuran, kopi, dan lain-lain. 

Yang dilakukan ini juga untuk mengikat warga agar tidak merantau ke daerah lain seperti terjadi selama ini.

Menurutnya, pasangan Hery-Heri ingin menjadikan balai pertanian, terutama balai benih di desa-desa dan kecamatan seperti puskesmas yang dilengkapi dengan sumber daya manusia, sarana prasarana kerja, biaya, dan protap kerja yang baik.

Perhatian harus tinggi juga untuk balai pertanian agar  petani bisa diurus dengan lebih baik soal lahan, bibit, teknis pemeliharaan hingga penanganan pasca panen.

Untuk sumber pembiayaan, lanjut Paslon Hery Nabit, yang pasti dari anggaran yang ada, baik untuk bantuan untuk petani milenial maupun dana insentif guru. 

Bagaimana dana bisa direalisasikan, sudah pasti Paslon Hery-Heri mempunyai perencanaan strategis khusus dan telah mempunyai perencanaan untuk merealisasikan programnya dari tahun ke tahun bila terpilih nantinya.

Di antaranya mengatur efektif dana-dana yang ada, bekerja sama dengan pihak lain atau memanfaatkan CSR dari perusahaan yang ada.

Bagi Caolon Bupati Deno Kamelus, jawaban yang diberikan oleh Calon Bupati Hery Nabit belum dapat menjawab pertanyaan yang disampaikan, dengan alasan sumber nomenklatur dan sumber pendaannya yang tidak jelas.