Dibiarkan Dua Tahun, Ternyata Pagar Itu Takluk Dengan Bupati Hery

Ruteng, SorotNTT.Com-Menarik untuk di telusuri tentang terkatung-katungnya masalah pagar di Lingko Laing Mbaumuku yang terjadi sejak dua tahun lalu.

Kehadiran Bupati Manggarai dilokasi Lingko Laing Mbaumuku, Kelurahan Mbaumuku, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai NTT, Kamis 16 Desember 2021, ibarat obat mujarab yang sangat ampuh untuk menyembuhkan penyakit atas adanya pagar ini.

Bagaimana tidak persoalan selama dua tahun sejak pagar itu berdiri, diselesaikan hanya dalam waktu singkat, bermula ketika Bupati Manggarai Herybertus Nabit, berkunjung ke lokasi.

Ketua Lembaga Advokasi Demokrasi dan Investigasi Kebijakan Umum (Ladikum) Salesius Kantur, kepada media ini, Sabtu 18 Desember 2021 menyampaikan bahwa Bupati Manggarai ini sungguh hebat, tegas dan berkarakter.

Mata publik terbuka dengan cara beliau menyelesaikan masalah ditengah masyarakat dengan cara yang santun dan tegas.

Beliau berani hadir untuk mendengar, berpikir dan menginstruksikan untuk mencari solusi yang singkat dan jelas secara bijak.

Pola penyelesaian seperti begini yang diharapkan dan dibutuhkan ditengah masyarakat saat ini, tutur Salesius.

BACA JUGA:  Kapolres Manggarai Berikan Bantuan Kepada Masyarakat Korban Kebakaran Rumah

Kenapa Masalah Pagar Ini Dibiarkan Terkatung-katung?

Salesius bertanya tentang lamanya penyelesaian kasus ini, sementara Lurah Mbaumuku beserta jajaranya serta Camat Langke Rembong, sudah sejak awal hadir untuk menyelesaikan masalah pagar ini, walau tanpa hasil.

Sebagai masyarakat kita mesti bertanya kenapa masalah ini dibiarkan begitu lama, apakah ada sesuatu dibalik ini, ataukah pihak Kelurahan Mbaumuku dan Camat Langke Rembong tidak sanggup menyelesaikan masalah ini, tanya Salesius.

Kenapa juga pagar baru bisa dibongkar ketika Bupati Manggarai hadir sendiri dilokasi, Kenapa tidak langsung saja Lurah Mbaumuku atau Camat Langke Rembong yang menyelesaikan masalah ini dalam kurun waktu dua tahun tersebut?

Ingat, ada harga yang begitu mahal yang ditanggung masyarakat pemilik lahan dan pengguna jalan, ketika pagar ini dibiarkan lama tidak dibongkar.

Bayangkan dua tahun, pagar itu dibiarkan berdiri kokoh dengan sedikitpun tidak ada yang berani membongkarnya.

BACA JUGA:  Lakalantas Kembali Terjadi, Tepatnya di Jalan Labuan Bajo-Ruteng

Sebenarnya selama dua tahun ini negara tidak hadir untuk membela kepentingan masyarakat banyak, negara seakan diam membisu, dan takut akan megahnya “pagar yang begitu sakti”tersebut.

Profisiat Untuk Bupati Manggarai

Saya secara pribadi memberi ucapan proficiat kepada Bupati Manggarai yang telah berhasil membuka mata publik.

Beliau menegakkan aturan tanpa pandang bulu, daerah ini butuh sikap pemimpin yang tegas dalam menerapkan aturan, tidak pandang bulu dan pilih kasih apalagi bermain-main dengan aturan, dan ini sudah dibuktikan oleh Bupati muda ini.

“Saya juga perlu memberi masukkan agar Bupati Manggarai harus mengevaluasi kinerja Lurah dan Camat yang tidak tegas dalam menerapkan aturan ditengah masyarakat”.

“Kalau daerah ini ingin maju maka pemimpin dari tingkat Desa/Kelurahan serta Camat harus figur yang berintegritas dan tidak mudah masuk angin, mereka menjadi pengayom, bukan pandai menyimpan soal”.

Masyarakat butuh kepastian dalam menegakkan aturan, bukan mempertontonkan ketidakpastian dan keberpigakan.

BACA JUGA:  Pernyataan Sikap AJI Kota Kupang Terkait Larangan peliputan oleh Oknum Polisi

Seharusnya kalau sudah ada kebuntuan cepat lakukan koordinasi ketingkat yang lebih tinggi, sehingga masalah ditengah masyarakat tidak dibiarkan berlama-lama.

Kalau Bupati Manggarai saja mampu bertindak tegas dan berintegritas kenapa juga pa Lurah dan Camat tidak bisa demikian, tutup Salesius.

Media ini telah meminta klarifikasi dari Lurah Mbaumuku dan Camat Langke Rembong, Namun keduanya belum memberi tanggapanya.