ilustrasi bayi

Dibuang di Lubang WC, Bayi Ini Bertahan Hidup

Daerah Flores

BORONG, SorotNTT.com – Warga Laci Desa Compang Mekar Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten manggarai Timur (Matim) digegerkan dengan penemuan sesosok bayi di dalam lubang WC, Minggu, (28/04/2019).

Bayi itu diduga dibuang saat subuh sekitar pukul 04.00 Wita, ketika pemuda SMAN 1 yang berinisial M mendengar tangisan bayi,  namun karena takut pemuda M baru bisa menuju lokasi pada pagi hari sekitar pukul 06.00 Wita.

Karena penasaran pemuda M berusaha untuk mencari sumber suara tangisan bayi tersebut dan tak disangka ia melihat sosok seorang bayi yang diperkirakan berusia 2 jam ini dalam kondisi hidup dalam kubangan kotoran manusia di lubang WC.

Atas penemuannya itu, M bergegas melapor kepada RT setempat dan semua warga pun dikerahkan ke lokasi. Usaha penyelamatan dilakukan warga dengan cara membongkar WC tersebut.

“Usai ditemukan langsung membersihkan bayi dan dilaporkan kepada petugas Puskesmas. Saat itu, juga dilakukan upaya penyelamatan,” ujar Ketua RT setempat.

Pantaun SorotNTT.com, Minggu (28/04/2019) pagi, berdasarkan pemeriksaan medis dan pembersihan yang dilakukan pihak Puskemas Wae Nenda, ditemukan bekas kuku dan barang tajam di leher bayi tersebut serta luka benturan di pelipisnya.

“Kondisi bayi dalam keadaan baik namun terdapat luka bekas kuku dan barang tajam di lehernya serta luka benturan di pelipis bayi, sehingga harus membutuhkan perawatan intensif dan langsung di rujuk menuju rumah sakit Ruteng,” jelas salah seorang perawat dari Puskesmas Wae Nenda.

Menurut pengakuan warga di lokasi kejadian, sang ibu diduga melahirkan secara normal di rumah dan secara sengaja membuang bayi ke dalam lubang WC. Hal ini diketahui dari darah yang berceceran dari rumah pelaku sampai di lokasi penemuan bayi serta tali pusar yang kondisi terpisah dengan bayi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ditemukan sang pelaku yang tega membuang bayi tersebut. Namun pihak kepolisian sedang berada di tempat kejadian perkara (TKP) untuk penyelidikan lebih lanjut.

Laporan: Dodi Hendra