Dinas PUPR Matim Gelar Penguatan Kapasitas Fasilitator Sanitasi dan Tps3r

Daerah

Borong,Sorotntt.com- Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas PUPR menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Sanitasi dan Tempat Pengolahan Sampah Berbasis Reuse,reduce,Recycle (TPS3R ) tahun 2021.

Pantauan media ini Kamis,18/03/2021 Kegiatan itu dilaksanakan di hotel embun pagi borong ,Hadir dalam kegiatan tersebut
Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Matim Yosef H.Yusuf Urus, PPK Program Sanitasi Ryan Ompor, Ivano Mbula Kabid Cipta Karya, pemateri dari Balai Prasarana Pemukiman Wilayah NTT, Muggy Permana dan peserta TFL .

Dalam kesempatan itu Sekretaris PUPR Yosef H.Yusuf Urus menyampaikan ,Pelaksanaan pelatihan TFL memiliki tujuan strategis untuk neningkatkan pemahaman mengenai kebijakan dan petunjuk teknis penyelenggaraan pembangunan sanitasi bagi masyarakat pedesaan .Demi menanggulangi kemiskinan dan stunting yang ada di kabupaten matim terutama di Desa-desa yang tergolong tertinggal dan rawan stunting.

“Semoga saja materi yang sudah disampaikan dapat dipahami, Sehingga TFL dapat mendamipingi masyarakat dengan baik, Jangan keluar dari ruangan bimtek lalu hilang ilmu yang telah diterima,”Tegasnya.

Lanjutnya , Keberhasilan pembangunan fasilitas sanitasi desa melalui pendampingan yang optimal dari TFL, bakal menentukan terwujudnya sanitasi yang layak dan sehat di Kabupaten Matim.

“Jika masyarakat desa memiliki fasilitas sanitasi yang layak guna, maka masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya pertumbuhan penyakit stunting, dan tentunya masyarakat Kabupaten Matim semakin sehat,” katanya.

Ia juga berharap kepada TFL yang mengikuti pelatihan, disamping membangun dan memberikan bimbingan, juga dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya sanitasi.

“Karena masih banyak masyarakat kita yang kurang peduli dengan sanitasi, sehingga perlu diberikan pemahaman bagaimana sanitasi yang baik serta pola hidup masyarakat sehat dengan tidak BAB sembarangan,” Harapnya.

Dalam kesempatan yang sama Kabid Cipta Karya Ivano Mbula, menjelaskan tujuan dan target jangka panjang dari kegiatan ini yakni
Untuk meningkatkan drajat kesehatan masyarakat di pedesaan .

“Untuk meningkatkan drajat kesehatan masyarakat dengan mengurangi sanitasi yang buruk khususnya di daerah pedesaan. Kedepannya, kegiatan ini akan terus berlanjut,” jelas Ivano.

Sementara itu, salah satu pemateri dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTT, Muggy Permana menga TFL merupakan penghubung KSM/KSP dalam menjalin kemitraan untuk pengembangan kelompok masyarakat.

“TFL adalah pendamping masyarakat. Jadi prinsipnya spasial lokal, kelompok, berkelanjutan, kemandirian, kesatuan keluarga dan prinsip belajar menemukan sendiri,” Terang Muggy.

Dia berharap, tenaga terlatih tersebut dapat bekerja secara profesional dan bertanggungjawab. Sehingga, hasilnya tidak mengecewakan.

“Tahapan dalam peningkatan kapasitas perlu mendapatkan perhatian khusus, guna menjamin kegiatan Sanitasi Pedesaan dapat berjalan dengan baik, mulai dari praktek dan simulasi harus dilakukan secara simulan selama proses peningkatan kapasitas, sehingga diharapkan seluruh peserta untuk aktif dalam setiap proses,” Harapnya.

Laporan : Dodi Hendra