Varanus komodoensis di Taman Nasional Komodo

Diprotes Soal Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo, Ini Reaksi Gubernur NTT

Daerah Timor

KUPANG, SorotNTT.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat, tetap bersikukuh untuk menaikkan tarif masuk ke Taman Nasional Komodo (TNK), Kabupaten Manggarai Barat, meski menuai protes dari sejumlah pihak.

“Kita tetap jalan, enggak ada urusan,” tegas Viktor Laiskodat, usai menghadiri paripurna istimewa di DPRD, dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun NTT ke-60, Kamis (20/12/2018).

Menurut dia, jika pemerintah bekerja, ada pihak yang mau protes pun wacana itu tetap akan berjalan.

“Ngapain urus orang yang ribut. Kita tetap jalan terus dengan wacana kenaikan tarif ke TN Komodo,” ujarnya singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur NTT Viktor Laiskodat ingin agar para pengunjung yang ingin menyaksikan komodo harus membayar biaya yang mahal.

Viktor pun akan mengajukan ke pemerintah pusat untuk menutup beberapa akses masuk ke TN Komodo.

Menurutnya, TN Komodo itu luar biasa dan eksotik serta satu-satunya destinasi wisata di dunia yang memiliki komodo. Namun semua orang yang datang bisa seenaknya masuk.

“Sesuatu yang unik ini tidak lagi punya harga, sehingga ke depan, saya akan bicara dengan pemerintah pusat untuk kita tutup. Kita akan buat syarat, kalau masuk ke situ minimal harus bayar 500 dollar Amerika,” kata Viktor saat melakukan dialog bersama civitas akademika dan pimpinan perguruan tinggi se-daratan Timor, Alor, dan Rote Ndao 2018 di Hotel Aston Kupang, Rabu (21/11/2018).

Keberatan

Sebelumnya diberitakan, Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendesak Gubernur NTT Viktor Laiskodat agar mencabut wacana kenaikan tarif masuk ke kawasan Pulau Komodo.

Wacana Viktor menaikan tarif masuk ke Pulau Komodo sebesar 500 dollar AS dianggap akan merugikan pelaku pariwisata di Labuan Bajo.

“Kami meminta Gubernur NTT melakukan press release mencabut pernyataan wacana kenaikan tarif 500 dolar AS,” tegas Ketua Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata Mabar (Formapp Mabar), Rafael Todowela kepada Kompas.com, Sabtu (15/12/2018).

Editor: Marselin
Sumber: KOMPAS.com