Sambutan DPRD Matim di Musrenbangcam Elar Selatan

DPRD Minta Pemkab Matim Beri Sanksi Tegas Pengusaha dan Kontraktor Nakal

Daerah Flores

Borong, SorotNTT.com – Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) tahun anggaran 2020 tingkat Kecamatan Elar Selatan digelar di aula Kantor Kecamatan Elar Selatan, Senin (4/3/2019) pukul 10.46 Wita hingga selesai.

Anggota DPRD dari Dapil IV, Herman Y.W.D Todjong yang turut hadir dalam kegiatan tersebut sempat memberikan sambutan.

Dalam sambutannya, Herman menuturkan, DPRD adalah orang yang berdiri di samping pemerintah. Mulai dari tingkat pusat hingga tingkat daerah yang memiliki tiga tugas utama.

“Sebagai anggota dewan, saya bangga dengan pimpinan yang baru dari Dinsos, Pak Wihelmus dan Pak Antonius Dergong dari Dinas BPBD yang bisa datang di Elar Selatan. Daerah yang paling udik di Kabupaten Manggarai Timur ini. Daerah yang paling sengsara selama ini, daerah yang paling menderita selama ini, daerah yang kecil perhatian selama ini di Manggarai Timur. DPRD sekarang sudah ada, dan kita sudah mulai kawal itu,” ucapnya.

“Apa yang disampaikan oleh Bupati melalui Kadis Dinsos, Pak Wihelmus, merupakan ungkapan pidato perdana Bupati di hadapan DPRD pada tanggal 28 Februari 2019. Oleh karena itu, saya atas nama Pimpinan DPRD Manggarai Timur dan teman-teman anggota DPRD menyampaikan, itu yang disampaikan adalah rencana kerja dan harapan kerja selama Bupati Andreas Agas dan Wakil Bupati Stef Jaghur memimpin Manggarai Timur. Dengan pemerintahan yang baru, mari kita sama-sama mendukung, dan kami di DPRD akan mengawasi,” tegas Herman.

Masih menurut Herman, DPRD turun sekaligus menyerap dan ingin tahu aspirasi masyarakat. Supaya dikawal pada saat pelaksanaannya ke depan. DPRD hadir untuk memulai kerja bersama pemerintahan yang baru untuk membangun Manggarai Timur menuju kabupaten yang berubah.

“Elar Selatan memiliki lima wakil saat ini di Parlemen dan kita siap kawal. Sebentar lagi Elar Selatan bisa berkecimpung, berdiri bersama-sama, bersaing bersama, berdaya guna bersama di Kabupaten Manggarai Timur ini,” terangnya.

“Untuk ke depan,” lanjut Herman, “Kita membangun Elar Selatan yang lebih maju. Karena itu, dalam program pemerintah lebih khusus yang 100 Km pembangunan jalan raya dan 10 Km tiap-tiap kecamatan yang tersebar di Manggarai Timur. Sedangkan Borong dapat 20 Km, karena dia ada dua fungsi di sana. Selain sebagai kecamatan juga sebagai Ibu Kota Kabupaten. Sedangkan kita di Kecamatan Elar Selatan akan mencari titik jalan yang menjadi tanggung jawab provinsi. Dari arah Mamba hingga perbatasan itu tanggung jawab provinsi, dengan peningkatan menuju agregat. Dana 40 M sudah keluar dan itu untuk pembangunan deker, agregat, dan selokan.

Dikatakannya, pembangunan akan bisa berjalan dengan baik apabila semua pihak mengambil peran masing-masing dengan sebaik-sebaiknya. Selain itu, Herman juga menyarankan kepada pemerintah untuk memberi sanksi tegas kepada pengusaha dan kontraktor yang nakal yang menyalahgunakan uang daerah dan uang rakyat.

“Pemerintah harus memberi sanksi tegas kepada pengusaha dan kontraktor-kontraktor nakal yang main-main menggunakan uang daerah, uang rakyat. Jalan lapen yang baru dikerjakan dua bulan yang lalu, sekarang sudah rusak. Jadi, Kadis PU tolong lihat dan catat itu. Catat semua kerusakan-kerusakan itu. Selokan dan pembangunan air minum bersih di beberapa desa di wilayah Elsel. Ini permintaan kami di DPRD,” tegasnya.

Karena itu, untuk mewujudkan Matim yang “SEBER” sesuai visi misi pemerintah, diharapkan semua masyarakat bisa mengambil perannya masing-masing dalam membangun Matim.

“Elar Selatan hanya bisa maju bukan hanya bisa mengutus eksekutif atau pemerintah, tetapi mengutus juga orang di lembaga legislatif.” tutupnya.

Laporan: Ferdinandus Lalong