DPW MOI NTT Secara Tegas Menolak Munaslub yang Dinilai Merupakan Wacana Sesat!

Daerah

Kota Kupang, SorotNTT.a – Kekisruhan akibat adanya perdebatan terkait pembentukan PW-MOI (Persatuan Wartawan-MOI) di tubuh kepegurusan DPP MOI kian memanas. Pasalnya tujuan dibentuknya PW-MOI sendiri adalah baik adanya, karena demi mewadahi seluruh wartawan yang tergabung dalam Perhimpunan Media Online Indonesia (MOI).

Hal ini pun mengundang reaksi keras dari Ketua DPW MOI NTT, Herry FF Battileo, SH, MH, yang menilai Munaslub tersebut merupakan wacana sesat sekelompok orang dalam Konfersi Persnya dihadapan puluhan media, Pada Sabtu, (31/10) Malam.

Didampingi oleh Wakil Ketua I, Rusydi Maga, dirinya mengatakan bahwa MOI sebagai wadah pengusaha dari perusahaan-perusahaan media online sudah sewajarnya memiliki wadah untuk menampung para wartawannya.

“MOI ini bukan sekedar organisasi untuk kita ngumpul-ngumpul saja, camkan itu!. Perlu di ingat bahwa bukan saja Media yang MOI miliki saat ini tetapi juga wartawan-wartawan yang ada didalamnya. Sudah seharusnya mereka di wadahi sehingga tidak perlu lagi mencari organisasi profesi diluar MOI. Lalu apa yang salah jika didirikan wadah bagi mereka ini?,” Ujarnya.

Dirinya menilai bahwa pembentukan wadah profesi MOI justru sangat menguntungkan karena akan menyatukan perusahaan-perusahan media tersebut dengan seluruh wartawannya dalam satu Visi dan Misi demi membesarkan MOI di Indonesia. Namun tentu juga sangat merugikan bagi segelintir orang yang saat ini tengah melakukan upaya penolakan tersebut,

“Bagi mereka yang menolak tentu pasti merasa sangat dirugikan karena selama ini mereka juga merupakan pengurus pada organisasi-organisasi profesi di luar MOI, sehingga mereka ini kesannya seperti tidak merestui kita memiliki wadah sendiri karena organisasi yang mereka pimpin itu secara otomatis akan kehilangan banyak anggotanya. Ini sudah jelas karena wartawan MOI hanya akan tergabung dalam wadah yang disiapkan oleh MOI saja. Maka saya tegaskan bahwa wacana munaslub itu hanya merupakan wacana sesat yang dirancang demi merusak keutuhan MOI saja.” Tandas Herry yang juga Advokat Senior itu.

Dirinya mencontohkan bahwa di DPW MOI NTT kini telah ada 543 media, jika satu media saja memiliki 3 orang wartawan maka totalnya sebanyak 1.629 orang wartawan namun belum ada wadah sendiri yang sesuai dengan Visi- Misi MOI,

“Mereka ini kita kaderisasi sendiri dan kita bentuk mereka dengan memberikan pembekalan sehingga memiliki ketrampilan dan kemampuan dan tidak salah jika kita juga menyiapkan wadah profesi untuk mereka berkumpul dan belajar organisasi yang baik disana sebagai bagian dari kaderisasi pemimpin MOI di masa mendatang.” Pungkasnya. (*)