Dua Hotel Bernilai 200 Miliar di Labuan Disita Penyidik Kejati NTT

Daerah

Labuan Bajo, SorotNTT.com-Setelah periksa Mantan Kepala BNN, Gories Mere dan Jurnalis Senior, Presenter ILC TV One, Karni Ilyas sebagai saksi atas penjualan tanah Pemerintah Daerah Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur yang diduga kerugian negara Rp. 3 triliun, kini Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT melakukan penyitaan terhadap dua hotel yang berdiri di atas lahan dalam perkara. Kedua hotel tersebut diperkirakan bernilai lebih dari Rp. 200 miliar.

Dua hotel yang beralamat di Krangan dan Lamtoro, Jalan Alotanis, Labuan Bajo disita penyidik Kejati NTT, Kamis (17/12/2020). Kedua hotel tersebut dimiliki oleh Veronika Sukur. Veronika adalah salah seorang saksi dalam perkara tanah 30 hektar Pemda Mabar. Status Veronika dalam perkara ini masih sebagai saksi. Dan sejauh ini Penyidik Kejati NTT belum menetapkan tersangka kasus tanah ini.

Hotel yang juga milik saksi Veronika Sukur ini, penyidik tidak bertemu langsung dengan manager atau pemilik hotel. Hanya ada sejumlah staf hotel. Veronika Sukur tidak berada di hotelnya karena sedang sakit, dan beristirahat di kediamannya.

Di dua hotel tersebut, Tim Penyidik Kejati memasang sebuah spanduk bertuliskan bangunan ini disita terkait kasus dugaan korupsi aset Pemkab Mabar. Penyitaan hotel ini pun disaksikan Lurah Labuan Bajo, Syaffrudin Malik.

Sama seperti di Hotel CF Komodo, di Hotel Cahaya Adrian juga penyidik menyerahkan berita acara penyitaan untuk ditandatangani oleh sejumlah saksi sementara penyidik lainnya langsung memasang spanduk bertuliskan bangunan ini disita.

Ketua Tim Penyidik Tipikor Kejati NTT, Roy Riyadi kepada media ini mengaku penyitaan ini dilakukan setelah penyidik memeriksa salah satu saksi Veronika Sukur dalam kasus dugaan korupsi jual beli aset milik Pemkab Mabar.

“Selain menyita kedua hotel, hari ini penyidik memeriksa dua warga Italia yang diduga terkait dengan kasus yang merugikan negara hingga Rp3 triliun,” ungkap ketua tim penyidik, Roy Ryandi.

Sementara Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati NTT, Abdul Hakim membenarkan adanya pemeriksaan tambahan tiga orang saksi baru yang mana dua orang saksi yang juga WNA asal Italia.

Laporan dan Editor: Pepy Dain