Dulu Beli Beras, Sekarang Warga Desa Waekokak Nagekeo Nikmati hasil jerih paya sendiri

warga-desa-wae-kokak-nagekeo-panen-padi

Nagekeo, SorotNTT.com – Masyarakat transmigrasi di Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, yang terletak di bagian utara dari Kota Mbay saat ini sudah menikmati hasil olahan padi sawah sendiri, sejak diaktifkannya saluran irigasi Mbay kiri pada tahun 2018 lalu.

Wilayah yang dijadikan sebagai lokasi transmigrasi sejak tahun 1996 awalnya sangat kering, tidak punya air dan susah menanam berbagai macam komoditas pertanian, seperti sayur-sayuran, atau tanaman umur pendek lainya.

Namun semangat mereka tidak pernah surut, mereka memanfaatkan padang nan luas tersebut dengan memelihara ternak babi, kambing, dan domba untuk mencukupi kebutuhan hidup dalam rumah tangga mereka.

BACA JUGA:  Danlanud El Tari Menghadiri Vaksinasi Bersama TNI-Polri di Makorem 161/WS

Roy salah satu warga yang dijumpai SorotNTTcom,  menceritakan bahwa kehidupan yang dijalankan ditempat ini terbilang sangat susah, karena memulainya dari kondisi tak punya apa-apa, apalagi dengan keadaan wilayahnya yang sangat kering, dan tidak punya air. Sekarang sudah mulai terasa perubahannya. 

“Kami masuk di awal tahun 1996, wilayah ini masih dikelilingi hutan dan kekurangan air, namun kami bersyukur kepada Tuhan, dan berterimakasih kepada Pemerintah karena sudah membantu kami sejak memulai kehidupan awal disini,” kata Roy.

Pantauan SorotNTTcom dilokasi persawahan pada, Senin (30/9/2019), masyarakat sedang beraktifitas mengolah lahan pertanian sawah, ada yang sedang menanam, membersihkan rumput, dan ada pula yang memanen hasil sawah.

BACA JUGA:  Bawas BPJS Kesehatan "Rumah Sakit dan Klinik Dilarang Pungut Biaya Kepesertaan"

Saat ini mereka mengolah lahan dengan luas 0,50 hektar, yang pada waktu itu dibagikan pemerintah untuk pertanian lahan kering, sedangkan di lahan yang dikhususkan untuk persawahan belum bisa dikelola, pasalnya air belum bisa dialirkan ke lahan tersebut karena belum memiliki saluran air.

“Meskipun lahan 1 hektar yang dibagi pemerintah untuk persawahan belum difungsikan, namun kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintahan Bapak Elias Djo, yang memperhatikan dan memberikan suatu kehidupan baru kepada kami, sehingga hari ini kami  bisa menikmati hasil olahan sawah sendiri tanpa harus membeli beras di pasar,” ucap Roy bernada senang.

BACA JUGA:  Pemuda Kobakua Ini Meninggal Dengan Cara Tragis

Laporan : Yanto