fansi-jahang-kepala-inspektorat-matim

Fansi Jahang: Semua Dana Desa Harus Diaudit, Sekarang Tidak Bisa Menipu

Daerah Flores

Borong,SorotNTT.com – Kepala Inspektorat Kabupaten Manggarai Timur, Fansi Jahang, akan bersikap tegas terkait kepala desa yang bermasalah dengan Dana Desa. Hal ini disampaikan Fansi saat ditemui SorotNTT.com di ruang kerjanya di Lehong pada, Selasa (10/9/2019). Fansi mengungkapkan, pada prinsipnya kalau ada temuan dari teman-teman yang auditor, maka itu akan disampaikan ke oblik pemeriksaan. Nanti Kadesnya diminta tanda tangan untuk kita tindaklanjuti. Misalnya kepala desa mana,  kita harus sampaikan.

“Kalaupun tidak bisa ditindaklanjuti dalam waktu yang sudah ditentukan,  maka itu akan dilimpahkan ke pihak lain, dalam hal ini penegak hukum untuk diproses secara hukum,” ujarnya. Fansi mengatakan, yang pasti bahwa setelah nanti ada tim pemeriksa melihat ada temuan, tidak serta merta juga kami mengatakan ini ada temuan.

“Akan Tetapi, ini akan ditindaklanjuti, misalnya kekurangan volume dalam pengerjaan, harus ditambah, pajak belum dibayar, harus bayar,” jelas Fansi.

Fansi mencontohkan, seperti itu juga kami,  Bupati, Gubernur dan Presiden, ketika diperiksa oleh BPK, begitu dikasih LHP, kami dikasih waktu selama 60 hari. Lewat dari 60 hari, itu menjadi tanggungjawab sendiri.

Saat ditanya terkait adahnya desakan masyarakat terkait hasil pemeriksaan harus dipublikasikan, Fansi mejelaskan, saya sudah menyampaikan ke teman-teman auditor, bahwa harus transparan dan sesuai dengan fakta.

“Kita menjaga khususnya dana desa harus dipergunakan untuk menyejahterakan masyarakat di desa. Itu kuncinya.  Apabila terjadi penyelewengan, kita akan beritahu kepala desanya bahwa dari hasil temuannya terjadi penyelewengan, kami minta dia tanda tangani untuk kami ditindaklanjuti,” bebernya.

Masih kata Fansi, sampai saat ini LHP nya masih berjalan terus dan masa pemeriksaan teman-teman yang turun ke desa-desa belum selesai.

Berikut percakapan singkat SorotNTT dengan Bapak Inspektur Fansi Jahang.

SorotNTT: ”Terkait incumbent yang mau maju lagi dan manakala dalam LPH inspektorat ada indikasi temuan dari hasil audit Inspektorat, kira-kira langkah apa yang disikapi pihak inspektorat, Pak? ”

Fansi : “Soal itu tetap akan ditindaklanjuti. Sekarang tidak bisa lagi menipu, semua harus diaudit. Terkait incumbent, itu tergantung pada panitia Pilkadesnya, kami hanya memberitahukan bahwa ini hasil temuannya.”

SorotNTT: ”Bagaimana terkait bangunan fisik desa yang program kegiatannya dibangun dalam wilayah desa orang lain?, seperti yang terjadi di Desa Sangan Kalo (rabat sepanjang 20mtr) dibangun di wilayah Desa Golo Linus.”

Fansi : “Itu salah. Kecuali ada kerja sama antara dua desa tersebut. Kalaupun tidak ada kerja sama, itu lain ceritanya. Apa urusannya dibangun, di wilayah Desa lain? ”

Diakui Fansi, ada kepala desa yang sudah dipanggil oleh inspektorat, tetapi tidak mau datang. kepala desa yang tidak mau datang, kami tidak mau panggil lagi, apalagi bukan kami yang kelola dana desa.

“Saya berharap jika ada teman-teman media yang melakukan tugas jurnalistiknya di desa-desa, kepala desa tidak usa takutlah. Sampaikan saja sesuai faktanya. Sebab, kalau Kadesnya mulai menjauh, bahkan lari saat ada media datang meliput, berarti ada sesuatu yang mencurigakan,” tutupnya.

Laporan : Ferdinandus Lalong