Acara pembukaan kegiatan pemagangan FKJP NTT

FKJP Mendorong Peningkatan Kompetensi di Pasar Kerja

Daerah Timor

KUPANG, SorotNTT.com – Acara pembukaan kegiatan pemagangan dalam negeri program peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun anggaran 2019 berlangsung di Ima Hotel, Kupang, Senin (15/04/2019). 17:00 Wita.

Pit. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi NTT, Dra. Sisilia Sona yang menjadi salah satu narasumber Dalam kegiatan tersebut mengatakan, permasalahan ketenagakerjaan di NTT saat ini adalah kesempatan kerja yang terbatas dan kompetensi yang tidak memadai.

“Kalau kita melihat visinya Gubernur NTT, yakni “NTT Bangkit NTT Sejahtera” sebenarnya ada mimpi besar yang ingin dicapai. Kalau kita kaitkan dengan tugas dari Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi adalah bagaimana kita menyiapkan SDM NTT yang andal, profesional, dan mampu merebut pasar kerja yang hari ini dibutuhkan, tidak saja di NTT tetapi juga di Indonesia, bahkan di luar negeri,” jelas Sisilia.

Menurut Sisilia, dalam evaluasi dan catatan Nakertrans Provinsi NTT dari tahun 2013 sampai tahun 2018, sudah dilakukan pemagangan lebih dari 600 orang yang terserap di pasar kerja, tidak lebih dari 50 persen.

“Oleh karena itu, dari angkatan ke 7 ini diharapkan progresnya harus lebih baik dari tahun sebelumnya, dari 150 ini saya mau harus terserap di pasar kerja. Untuk terserap di pasar kerja harus perbaiki tata kelola hidup Anda sendiri, harus disiplin karena tidak ada di kolong langit ini meraih sukses tanpa disiplin,” pungkasnya.

peserta pelatihan pemagangan FKJP NTT

Peserta kegiatan pemagangan dalam negeri program peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas Dinas Nakertrans Provinsi NTT tahun 2019 di Hotel Ima, Kupang, (15/04/2019)

Ia menambahkan, berdasarkan kebutuhan pasar kerja di Kupang, setelah menyelesaikan pemagangan mereka bisa diterima di tempat di mana mereka magang atau paling tidak mereka bisa mendapatkan perkerjaan sesuai dengan ketrampilan yang mereka dapat atau keahlian yang mereka miliki selama mereka diberi pembekalan.

Sedangkan menurut Koordinator Forum Komunikasi Jejaring Pemagangan (FKJP) Provinsi NTT, Freddy Handinata Ongkosaputra, harus terus diadakan inovasi dalam pelatihan ini.

“Harapan saya agar dalam acara ini yang sudah mengikuti tes tertulis maupun wawancara jangan sia-siakan kesempatan ini, karena kesempatan itu pun bisa hilang karena terlalu lama. kita harus mengerti juga keadaan dunia walaupun kita tinggal di Kupang ,orang desa di kupang. Tetapi kita harus juga mengerti tentang perkembangan dunia,” kata Freddy.

Ia juga mengingatkan para pemagang untuk memanfaatkan media social seperti facebook, twitter, dan juga youtube untuk mempelajari tentang perkembangan dunia.

“Maka dari itu negara mengambil keputusan untuk mencari jalan keluar, yaitu dengan pemagangan, kurang lebih selama enam bulan.” Pungkasnya.

Sementara Ketua Panitia, Piet Boen menyampaikan, pemagangan pada hakikatnya adalah proses alih pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja (kompetensi) tertentu dari seseorang kepada orang lain melalui suatu proses pembelajaran dan pelatihan sekaligus sebagai media untuk memastikan bahwa suatu keterampilan atau keahlian dapat terus berlanjut secara turun temurun.

“Substantif dan mendasar yang perlu dipahami oleh berbagai pihak terkait dengan masalah ketenagakerjaan adalah bahwa pemagangan berbeda dengan outsourcing yang orientasinya hanya mendapatkan upah. Pemagangan dinilai mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), menambah wawasan, dan meningkatkan kompetensi sehingga alumni dipandang lebih mampu untuk berkompetensi di pasar kerja,” jelas Piet.

Ia melanjutkan, NTT masalah ketenagakerjaan yang menjadi wancana utama di NTT karena masih banyaknya pengangguran dengan tingkat keterampilan yang belum memadai. Hal ini membuat pemerintah pusat dan provinsi bertekad melaksanakan sebuah terobosan pelatihan di bawah bimbingan instruktur/tenaga ahli profesional di bidangnya masing-masing.

Peserta pelatihan dan pemagangan dalam negeri yang dilaksanakan FKJP Provinsi NTT berjumlah 150 tenaga kerja yang terdiri dari delapan jurusan, antara lain jurusan perhotelan dengan 6 paket/60 orang, dimana 4 paket dilaksanakan di Kota Kupang dan 2 paket dilaksanakan di Kabupaten Sikka.

Laporan: Hendrikus Aditono