Fluktuasi angka visitor ke TNK dan Labuan Bajo bergantung pada 3A (Atraksi, aksesibilitas, dan amenitas)

Labuan Bajo, SorotNTT.com,- Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOP-LBF) yang juga perpanjangan tangan Kementerian Pariwisata akan berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Manggarai Barat (Mabar) dan Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) dalam memasarkan sejumlah obyek wisata unggulan menarik. Hal itu dikemukakan Sutatnto Werry, Direktur Pemasaran Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOP-LBF),Senin (05/08/2019), di Labuan Bajo.

“Dalam rangka mendukung upaya Kementerian Pariwisata dan pemerintah daerah dalam pengembangan destinasi wisata secara terstruktur menuju kawasan primadona di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan target menarik wisatawan domestik dan mancanegara, Badan Otorita Pariwisata yang sudah terbentuk melalui Perpres 32 tahun 2018, berkewajiban mendukung rencana pemerintah dari sisi pemasaran destinasi wisata di Manggarai Barat dan flores secara keseluruhan,” kata werry.

Angka  kunjungan wisatawan di Manggarai Barat dan TNK saat ini

Berdasarkan rekapitulasi data pengunjung yang dihimpun media ini, pada akhir 2018, tercatat ada 10 (Sepuluh) negara dengan angka kunjungan wisatawan signifkan. Pertama, Perancis. Negara di eropa barat yang memiliki  produktifitas jam kerja tinggi diatas Amerika Serikat ini, menjadi penyumbang wisatawan pertama terbanyak di Taman Nasional Komodo pada tahun itu. Kunjungan wisatawan Perancis tahun 2018 itu, mencapai 12,134 orang. Sedangkan wisatawan asal Swiss hanya mencapai 3,650 orang dan menempati urutan ke 10 (Sepuluh). Karenanya, total kunjungan wisatawan secara keseluruhan di TNK  termasuk 8 (Delapan) Negara lainnya, mencapai angka 176,830 orang atau naik sebesar 59,728 orang wisatawan dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai  117,102 orang.

Kepala Sub.Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) Dwi Putro Sugiarto menyebutkan dari data sementara yang dihimpun dari lapangan ada perubahan urutan pada Top 10 Negara penyumbang wisatawan ke Taman Nasional Komodo. Selain itu ada peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dari januari hingga Mei tahun ini, (Data sementara -red) terdapat peningkatan pengunjung asal Amerika Serikat dengan jumlah yang signifikan. Berdasarkan data, jumlah wisman asal Amerika itu sudah masuk pada angka 3.057 orang,”kata Dwi.

BACA JUGA:  Mbay Kuliner Center, Cocok Melepas Penat, Sambil Nikmati Seafood Laut

Selain itu lanjut Dia, wisatawan manca negara asal Tiongkok menempati urutan kedua dengan angka 2.809 orang, sedangkan data pertengahan triwulan kedua tahun ini, Perancis ada di peringkat ke-tiga dengan jumlah 2,758 atau terpaut 299 orang wisatawan dari jumlah wisatawan asal Amerika. Hal ini dapat kita lihat pada data periode triwulan pertama dan kedua tahun ini. Saat ini kata Dwi, total wisatawan mancanegara,domestik dan nusantara di kawasan TNK sejak Januari hingga Mei 2019 baru mencapai  kurang lebih 28.000 orang wisatawan, dengan rincian, wisatawan domestik sebanyak 4000 orang, Mancanegara sebanyak 10,000 orang dan wisatawan Nusantara sebanyak 14,000 orang . ( Sumber : Data BTNK Jan – Mei -2019)

Sementara itu, total kunjungan wisatawan di beberapa obyek wisata yang ada di wilayah Manggarai Barat (Mabar) pada tahun 2018  sebanyak 32,444 orang wisatawan  dengan objek wisata yang dikunjungi seperti Gua Batu Cermin, Gua Rangko, Cunca wulang dan Cunca Rami atau terpaut jauh dengan angka 144.366 orang pengunjung di kawasan Taman Nasional komodo (TNK). (Sumber Data : Disparbud Mabar -2018)

Penurunan  angka kunjungan wisatawan Nusantara pada triwulan 2 (Dua) tahun ini

Tidak dipungkiri ,Korelasi penurunan drastis pada angka kunjungan wisatawan Nusantara di Taman Nasional Komodo sangat terasa. Perbedaan angka yang signifikan itu terlihat pada Januari hingga Mei 2019. Data Balai Taman Nasional Komodo menyebutkan, pada tahun 2018 jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke TNK capai angka kurang lebih 16,500 orang dan memasuki triwulan kedua tahun ini angka kunjungan wisatawan nusantara di TNK masih bertengger pada kisaran 14.000 orang atau masih terpaut 2000 orang wisatawan dari tahun sebelumnya. Pihak Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) berharap penurunan angka kunjungan wisnus ini  dapat segera kembali naik pada triwulan ketiga dan keempat pada tahun ini. Dikutip dari laman cnnIndonesia.com, Selasa (29/03/2019. Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan kenaikan harga tiket pesawat domestik telah berdampak negatif ke sektor pariwisata. Kenaikan harga tiket tersebut telah membuat kunjungan wisatawan domestik pada periode Januari-Maret 2019 turun rata-rata 30 persen.

BACA JUGA:  Untuk Pertama Kalinya Bazar Buku Terbesar di Dunia, Big Bad Wolf 2019 Resmi Dibuka di Yogyakarta

“(Penurunan kunjungan wisatawan) 20-40 persen, kalau mau dirata-rata sekitar 30 persen penurunannya. Kalau sampai sekarang belum (penurunan tiket), jadi komplain masih besar. Efektivitasnya tidak terasa sampai ke bawah,” katanya,

Ia mengatakan maskapai memang memiliki hak untuk mengerek harga tiket sebagai bagian dari strategi bisnis. Tapi ia mengingatkan kenaikan tidak dilakukan secara mendadak dan dengan persentase tinggi.

Potensi kembalinya  angka kunjungan wisatawan nusantara yang sempat anjlok

Belum lama ini management Air Asia membuka target seat load factor atau tingkat keterisian penumpang 100 persen dengan harga tiket lebih  murah dan free bagasi sebanyak 15 kilogram. Berbagai komentar dan dukungan pun ikut berdatangan. Salah seorang tokoh masyarakat Labuan Bajo, Florianus Surion ikut berkomentar tentang hal ini.Dirinya sangat yakin dengan kehadiran Air Asia dapat membantu proses pemulihan angka kunjungan wisatawan nusantara yang sempat turun signifikan,“ Saya yakin  badai pasti berlalu,”imbuhnya. Di katakannya jika saja semua maskapai penerbangan kembali menjual tiket dengan harga yang tidak terlalu mahal maka dirinya semakin yakin potensi kembalinya angka kunjungan wisatawan nusantara yang sempat menurun drastis dapat teratasi.

Jurus Presiden Jokowi menaikan status dari Super Perioritas jadi kelas Premium

BACA JUGA:  Pemkab. Manggarai Timur Dengan Polres Matim, Gelar Apel Siaga Bencana Tahun 2020

Menurunnya angka kunjungan wisatawan nusantara hingga pertengahan triwulan kedua tahun ini rupanya tidak berpengaruh terhadap rencana Presiden Joko Widodo untuk menaikan status Labuan Bajo dari super prioritas jadi kelas premium. Berpatok pada  kunjungan wisatawan mancanegara yang terus naik dan bahkan signifikan, Presiden Jokowi mulai berpikir dan merasa perlu untuk dibuatkan perlakuan dan bahkan dimungkinkan untuk diberlakukannya aturan khusus. dengan menaikan level, yakni dari level super perioritas ke level premium. Hal itu dikatakan presiden jokowi saat berkunjung ke Labuan Bajo beberapa waktu lalu. Presiden Jokowi memaparkan “jurus-jurus” yang akan dilakukan pemerintah untuk menjadikan kawasan Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo menjadi destinasi wisata premium dan jadi unggulan di Tanah Air. Pemerintah akan menetapkan segmentasi wisatawan untuk kawasan ini, “Segmentasi yang mau kami ambil di sini berbeda, dengan Manado beda, segmentasi di sini adalah segmentasi yang premium,” kata Jokowi.

Kesiapan BOP-LBF dukung kerja cepat Jokowi

Pergerakan cepat Presiden Jokowi menjadikan pariwisata sebagai leading sektor utama, menjadi hal serius yang wajib dan segera ditanggapi oleh Badan Otorita Pariwisata. Lembaga yang sudah dibentuk dengan Perpres 32 tahun 2018 itu, saatnya melakukan sinkronisasi program dengan berbagai elemen lembaga, termasuk Pemerintah daerah setempat.

“Saat ini, selain melakukan seminar dan membahas teknis pelaksanaan dalam rangka sinkronisasi serta pengembangan program pemasaran pariwisata se-daratan Flores, secara teknis BOP-LBF dan Kemenpar  sedang melakukan survei, pemetaan potensi wisata dan pendataan termasuk  event ,festival seni budaya hingga objek wisata,”kata Werry.

Dikatakannya, hasil seminar selama 2 (dua) hari di hotel sylvia di Labuan Bajo kemarin bersama Dinas Pariwisata se-daratan Flores, adalah acuan bagi BOP-LBF dalam menindaklanjuti maksud dari Pak Jokowi  dalam pengembangan  Atraksi , Aksebilitas dan Amenitas  (*)            

Laporan : (Louis Mindjo/TIM)