FPRB-API Kota Kupang Mengadakan Rapat Bahas Musda

FPRB-API-kota-kupang

Kupang, SorotNTT.com – Forum Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim (FPRB-API) Kota Kupang, Mengadakan Musyawarah Daerah (Musda) di Hotel Sylvia, jl Jenderal Soeharto Naikoten 1 Kupang, Selasa (1/10/2019), musyawarah daerah ini akan berlangsung selama dua hari sampai Rabu (2/10).

Selain bertujuan untuk pemilihan  pengurus Forum PRB-API Kota Kupang tahun 2019-2022, yang menghentikan pengurus lama dengan masa jabatan 2015-2018. Musyawarah ini juga diadakan sebagai wadah memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada peserta, tentang upaya-upaya penanggulangan bencana dan siap beradaptasi dengan perubahan iklim serta  penguatan kelembagaan Forum PRB-API Kota Kupang.

Musda tersebut dibuka oleh Wakil Wali Kota Kupang, Dr. Hermanus Man, dan dihadiri oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah kota Kupang, pimpinan LSM CARE Indonesia, Direktur Cis Timor, TNI, Polri  dan pejabat lainnya.

BACA JUGA:  Menteri Tjahjo: Pembubaran Lembaga untuk Penyederhanaan Birokrasi, Bukan Efisiensi Anggaran

Wakil Wali Kota Kupang, Dr. Hermanus Man menyampaikan, bahwa risiko bencana itu tergantung tiga faktor penting, yaitu ada ancaman, kerentanan, dan kapasitas, dari ketiga faktor penting ini dua hal yang susah kita atasi, yaitu ancaman, dan kerentanan, karena dua hal  itu selalu ada. 

“Kalau kapasitasnya kita perbesar, maka risiko bencana itu kecil. Intinya kapasitas sebuah daerah otonomi tergantung pada faktor organisasi dan koordinasi, hari ini kita bertemu dari berbagai forum, tetapi terikat dalam sebuah organisasi, ini suatu kekuatan yang hebat,” katanya.

BACA JUGA:  Mentan : Semua Kabupaten Harus Bisa Ekspor Komoditi Pertanian

Sementara Djami Maxin Huky Wila, Ketua Panitia menyampaikan, bahwa Kota Kupang sebagai Ibu Kota Provinsi NTT, teridentifikasi sebagai salah satu wilayah rawan bencana, baik bencana alam, bencana non alam, maupun bencana sosial.

“Kompleksnya penanggulangan bencana di Kota Kupang membutuhkan peran serta semua pihak untuk mengurangi risiko bencana dan dampak perubahan iklim  yang ada. Untuk itu peran forum ini yang mampu mewadahi dan menjembatani komunikasi, koordinasi dalam perspektif pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim di kota Kupang.

BACA JUGA:  Proyek Mubazir Disinyalir Milik Anggota DPRD YW, Ketua PKN Sebut Kabid Bina Marga "Mandul"

Ia menyampaikan, perlu ditingkatkan agar dapat menjadi kekuatan yang mendorong upaya pengurangan risiko bencana, dan adaptasi perubahan iklim dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan.

Laporan : Hendrikus Aditono