GMPS Rancang Drum Bekas Jadi Tempat Sampah Motif Pelangi

Daerah Flores

Ruteng SorotNTT.com , Gerakan Masyarakat Peduli Sampah (GMPS) Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai mulai merancang drum-drum bekas menjadi tempat sampah bermotif pelangi.

Kelompok kreatif ini memanfaatkan drum-drum bekas yang diberikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai menjadi tong sampah bernilai seni.

Pencetus ide tempat sampah bermotif pelangi ini adalah Koordinator GMPS Ruteng, Tiransius Kamilius Otwin Wisang. Ia adalah alumnus Universitas Udayana Bali Jurusan Seni Rupa dan Desain.

Otwin Wisang mengatakan, sampah mungkin selalu diidentikan dengan sesuatu yang menjijikan. Begitu juga dengan tong sampah, pasti fokus pandang cenderung mengarah ke hal-hal kotor.

Namun, ia bersama anggota GMPS mulai berkomitmen untuk mengubah arah pandang tersebut dengan mendesain tempat sampat agar bernilai seni. Otwin menjelaskan, warna pelangi itu terdiri dari merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

GMPS Ruteng, kata dia, memilih warna pelangi untuk mendesain tong sampah agar masyarakat di kota Ruteng bisa terinspirasi. Itu terutama agar bisa memberi warna kebersihan untuk Kota Ruteng.

“Pelangi itu hiburan dan harapan di tengah hujan. Warna pelangi diharapkan bisa menginspirasi masyarakat agar memberikan warna kepada Kota Ruteng,” ujar Otwin di sela-sela mengecat drum di halaman Kantor RSPD Manggarai, Senin (25/03/2019) sore.

Dia menambahkan, tong-tong sampah hasil kreasi GMPS nantinya akan ditempatkan di beberapa titik strategis di Kota Ruteng. Itu seperti, pasar, perkantoran, sekolah, dan lain-lain.

Koordinator Divisi Edukasi GMPS Ruteng, Enok Tangur menjelaskan, tong sampah tidak hanya sekadar bercorak ragam warna, tetapi kreasi tersebut memiliki nilai pendidikan.

Enok Tangur menjelaskan, pelangi di tong sampat tersebut menggambarkan perbedaan latar belakang masyarakat Kota Ruteng.

“Jika warna-warna ini dikomposisikan dengan baik, maka menghasilkan pesan harmonis. Khususnya dalam penanganan sampah di Kota Ruteng,” jelasnya.

Tim