Gubernur NTT Apresiasi BI Titip 200 M di Bank NTT Labuanbajo

Daerah

Labuan Bajo, SorotNTT.Com- – Bank Indonesia memberikan kepercayaan penuh kepada Bank NTT sebagai kantor kas titipan Bank Indonesia. Dari 9 kantor kas titipan Bank Indonesia di NTT, 8 diantaranya ada di Bank NTT.

Bahkan, tidak tanggung-tanggung, untuk mendukung program Pemerintah Pusat dan Provinsi NTT yang telah menetapkan Labuanbajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas, Bank Indonesia menaruh uang tunai sebesar Rp 200 Miliar 

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan apresiasi terhadap Bank Indonesia yang berkolaborasi dengan Bank NTT dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Labuanbajo dan NTT.

“Saya berterimakasih kepada Bank Indonesia dan Bank NTT yang telah melakukan langkah kerja sama kolaborasi ini yang menggambarkan nasionalisme yang tetap terjaga, karena keberadaan Bank Indonesia dan Bank NTT bukan saja untuk perdagangan lokal dan nasional, tetapi juga untuk level internasional karena Labuanbajo sudah menjadi destinasi pariwisata super prirotas,” sebut Gubernur Laiskodat ketika berbicara dalam acara pengresmian kantor kas titipan Bank Indonesia di Bank NTT Kantor Cabang Labuanbajo, Kamis (5/11/2020).

Disebutkan Gubernur Laiskodat, dalam waktu dekat, bakal berdatangan wisatwan dan utusan dari berbagai negara di Labuanbajo maka ada transaksi dari berbagai negara dengan jenis mata uangnya masing-masing namun harus diwajibkan agar tetap menggunakan mata uang rupiah.

Menurut Gubernur Laiskodat, ada dua esensi yang dipetiknya dari momentum pengresmian kantor kas titipan Bank Indonesia di Bank NTT Labuanbajo. “Bagaimana masyarakat mampu diperkenalkan bahwa Labuanbajo sebagai destinasi wisata super premium dan UMKM adalah basis perekonomian rakyat dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik karena partisipasi dan dukungan dari lembaga perbankan, dua hal ini yang menjadi alasan hari ini Gubernur ada di sini,” ujar mantan Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI 

Disebutkan Gubernur Laiskodat, Bank Indonesia memiliki tanggungjawa terkait mensosialisakan dan memperkenalkan
bagaimana mempertahankan wujud ke-Indonesian dalam sektor keuangan melalui rupiah.

“Menurut saya, dana Rp 200 miliar itu angka yang sangat fantastis untuk cabang seperti Labuanbajo. Sampaikan salam hormat dari Gubernur NTT kepada Pimpinan Bank Indonesia yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi di NTT dan kita harapkan Bank NTT mampuh mempunyai  devisi yang bisa mendesain pertumbuhan ekonomi di daerah pariwisata yang akan melejit mulai dari Labuanbajo, Sumba, Rote dan daerah lainnya di NTT dan harus terus diperhatikan,” ujarnya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, Eddy Junaedi mengatakan, pihaknya memberikan kepercayakan penuh kepada Bank NTT dengan harapan agar pengresmian itu semakin meningkatkan produktifitas ekonomi di Manggarai Barat.

“Palfond yang kita berikan adalah yang paling maksimal yaitu Rp 200 miliar dan kami sudah melihat sejak dibuka kas titipan di Labuanbajo ini, peredaran uang di Labuanbajo makin marak dan potensi ekonomi makin meningkat. Padahal sebelumnya kami menerima laporan ada kendala tentang kecukupan uang karena sebelum ada kantor kas titipan di sini untuk kebutuhan uang diperoleh dari Bank NTT Ruteng, sekarang sudah bisa diperoleh sendiri di Labuanbajo,” sebut Eddy.

Direktur Utama Bank NTT, Aleksander Riwu Kaho mengatakan, Bank NTT terus berkomitmen mendukung program Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang menjadikan pariwisata sebagai prime mover ekonomi NTT. Pihaknya terus membangun koodrinasi intens dengan Bank Indonesia untuk mendukung pariwisata di NTT khsusnya di Manggarai Barat.

“Hadirnya kantor kas titipan Bank Indonesia ini sangat menopang sisitim pembayaran dan transaksi keuangan yang ada di Labuanbajo sehingga aktivitas ekonomi dan pembangunan yang sering terkendal, bisa teratasi,” sebut Aleks Riwu Kaho.

Selain pengresmian kantor kas titipan Bank Indonesia, momentum yangs ama Bank NTT menyerahkan sertifikat permohonan
pendaftaran hak intelektual (Haki) kepada 157 pelaku usaha kecil dam
menengah yang diwakili lima pelaku UMKM, binaan Bank NTT. Juga penyerahan kredit merdeka dan  penyerahan serifikat
e-commerce, dan penandatanganan nota kesepahaman interkoneksi sistem
pembayaran online Bank NTT pada E-commerce.

Turut serta mendampingi Gubernur Laiskodat, staf khsus Prof. Daniel Kameo, Pius Rengka, dan Thony Djogo, Komisaris Utama Bank NTT Juven Djojana. Serta para pimpinan OPD Provinsi NTT diantaranya, Asisten I Yohana Lisapali, Kadis Perindag Muhammad Nasir, Kadis Kominfo Abraham Maulaka, Kepala Dinas Koperasi dan Nakertrans Silvya Pekudjawang serta Karo Humas dan Protokol Marius Ardu Jelamu.