Gubernur NTT: Untuk Mengejar Kesejahteraan Masyarakat, Investasi Harus Berjalan

Kupang, SorotNTT.Com- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memberi penjelasan terkait video perdebatan dirinya dengan sejumlah masyarakat di Desa Kabaru, Kabupaten Sumba Timur, Kamis(2/12/2021).

Gubernur VBL mengungkapkan, untuk mengejar kesejahteraan masyarakat tidak bisa hanya dengan mengandalkan APBD. Seluruh aset yang ada harus dimanfaatkan agar perekonomian lebih baik.

Menurut Gubernur VBL, tidak ada satu daerah pun yang berhasil dengan investasi rendah, apalagi dengan situasi pandemi Covid-19 seperti ini. Bahkan NTT merupakan salah satu provinsi yang tidak terlalu diminati oleh para investor.

Karena itu kita harus berani berkreasi seperti perizinan harus cepat, kepastian hukum atas tanah yang harus tepat dan konflik-konflik sosial seperti itu tidak harus ada. Karena itu akan menjadi hambatan bagi investor yang akan masuk,” ungkapnya.

Lebih Lanjut Gubernur VBL mengungkapkan, lahan yang dimaksud tersebut awalnya dibawa oleh mantan bupati Sumba Timur Almarhum Umbu Mehang Kunda, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Komisi III DPR RI yang membidangi pertanian.

BACA JUGA:  Kodim 1612 Manggarai Mengadakan Doa dan Syukuran Penyambutan Anggota Baja Prabinsa dan Taja Prababinsa

Waktu itu beliau merupakan satu-satunya orang NTT yang menduduki jabatan Ketua Komisi di DPR RI. Dia menjelaskan kepada saya bahwa daerah ini daerah yang bagus, peternakannya bagus tapi tidak ada yang kerja, tidak ada yang bantu. Maka dari itu beliau minta saya untuk urus waktu itu, sehingga begitu saya menjadi gubernur dan saya teringat akan pesanya tersebut.

Gubernur VBL menjelaskan pula, “Saat dialog berlangsung ada beberapa pemuda yang menyatakan Almarhum Umbu Mehang Kunda tidak ada urusan soal lahan di sana, itu yang membuat amarah saya tersulut karena mereka telah menghina senior yang sangat saya hormati.

Saya marah dia karena dia menghina senior, seorang Umbu, yang saya kenal hidupnya yang diabadikan untuk Pulau Sumba. Itulah cinta Almarhum Umbu Mehang Kunda untuk Sumba, dan waktu itu dia minta saya untuk terlibat. Saat saya menjadi gubernur dan teringat akan omongan beliau itulah saya gembira dan saya mau bangun daerah itu,” tegasnya.

BACA JUGA:  Jefrin Haryanto, Bicara Mindfull Parenting, di St. Angela Labuan Bajo

Dia menambahkan, di seluruh Indonesia belum ada rens sapi yang dilakukan oleh salah satu perusahaan yang memiliki lahan seluas seribu hektar dengan desain terbaik, sehingga ketika dilihat seperti di New Zealand, Darwin dan lain-lain, maka niat untuk membangun itu muncul.

Jika bicara tentang peternakan sapi, kita mempunyai peradaban yang sama dengan negara-negara lain. Nah karena saya lihat mereka punya sapi-sapi yang bagus, maka saya sebagai pemerintah merasa tidak mungkin kerja sendiri pasti gagal,” terangnya.

Maka saya menyampaikan kepada teman-teman dinas, untuk kerja sama dengan perusahaan itu karena mereka sudah mendapatkan izin dari Kemenko.

Dia menegaskan, dirinya keras bukan karena tidak suka masyarakat, melainkan keras jika pembangunan itu dihambat.

Kalau beliau bilang itu tanah ulayat, dari dulu waktu Almarhum Umbu Mehang Kunda masih ada pun tidak pernah ada yang ribut.bahkan pemerintah keluar masuk mau lakukan apapun disitu tidak ada yang ribut.

Menanggapi isu keterlibatan anaknya dalam rencana proyek itu, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, jika anaknya berhubungan baik dengan siapa saja dan belajar tentang kerja dan sebagainya menjadi sesuatu hal yang baik.

BACA JUGA:  Jokowi Berkunjung ke Labuan Bajo

Kecuali dia datang di kantor gubernur dan meminta fee terhadap proyek-proyek yang ada, itu anak yang tidak benar, orang tua juga tidak benar.

Namun jika mendorong anak untuk belajar berinvestasi terhadap sesuatu, apalagi kalau orang NTT pun tidak mampu lakukan, itu tentu bagus”. tutup Gubernur VBL.