Gubernur NTT tuntaskan masalah perbatasan Ngada dan Matim

Gubernur Viktor Tuntaskan Masalah Batas Ngada dan Matim

Daerah Timor

KUPANG, SorotNTT.com – Setelah terkatung-katung selama 46 tahun terhitung sejak tahun 1973, akhirnya masalah batas (tapal batas) antara Kabupaten Ngada dan Kabupaten Manggarai Timur dapat dituntaskan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat hanya dalam waktu kurang lebih satu jam.

Dalam press release yang diterima SorotNTT.com, rapat tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat  di ruang rapat Kantor Gubernur di Jalan Raya El Tari nomor 52 Kupang, Selasa (14/5/2019).

“Hari ini harus kita putuskan masalah batas antara Ngada dan Manggarai Timur,” ucap Gubernur VBL saat memimpin tersebut.

Menurut Gubernur, bicara tentang masalah batas di dunia ini tidak akan pernah pas atau beres.

“Seperti kita di Timor Leste. Dapur ada di Timor Leste dan ruang tamu ada di Indonesia. Sama seperti di Kalimantan Utara, dapur di Malaysia dan ruang tamu ada di Indonesia. Saya tidak mau rapat lama-lama. Karena sekarang ini saatnya kita kerja. Kalau rapatnya lama maka kita semua ini orang bodoh. Saya tidak ingin masuk dalam kategori orang bodoh” tegas Viktor.

Gubernur Viktor menyatakan bahwa mengurus batas negara itu terkait dengan kedaulatan negara, tetapi mengurus batas provinsi dan batas kabupaten yang masih di dalam wilayah NKRI tidak boleh lama-lama.

 “Hari ini harus tuntas dan saya tidak tertarik dengan konflik. Kita dorong pertumbuhan ekonomi yang hebat di kedua kabupaten ini. Kalau pemahaman seperti ini maka tidak ada masalah,” kata Gubernur sembari  berharap agar ada model penyelesaian batas daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Masih kata Viktor, kalau batas administrasi jelas, maka akan ada pelayanan pemerintahan yang terjamin dan program-program pro rakyat akan didorong untuk peningkatan ekonomi kerakyatan.

 “Ngapain kita ribut? Saya mau hari ini selesai. Kita mau urus manusia. Karena itu, yang duduk rapat di sini kepalanya harus lurus dan utuh untuk urus manusia!” tegas Viktor

Usai mendengar penjelasan tim Kemendagri RI, respons Bupati Matim dan Bupati Ngada serta para tokoh adat dan masyarakat dari kedua kabupaten akhirnya dapat disepakati tiga hal.

Pertama, sepakat dengan penarikan garis batas pada bagian utara (wilayah Buntal) sampai dengan bagian selatan dengan titik koordinat sebagaimana gambar terlampir.

Kedua, sepakat bahwa garis batas kedua kabupaten sebagaimana gambar terlampir.

Ketiga, sepakat bahwa batas Kabupaten Matim dengan Ngada diproses lebih lanjut untuk ditetapkan menjadi peraturan Mendagri.

Usai dibacakan nota kesepakatan masing-masing pihak menandatanganinya bersama Bupati Matim, Bupati Ngada, dan Gubernur VBL juga pihak Kemendagri RI. Usai tandatangan dilanjutkan foto bersama. Nampak semua pihak saling berjabat tangan, senyum semringah dan saling berpelukan dalam spirit NTT Bangkit mewujudkan masyarakat sejahtera dalam bingkai NKRI.

Untuk diketahui, Ikut hadir dalam acara tersebut Bupati Ngada, Paulus Soliwoa, Bupati Matim Agas Andreas, sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat baik dari Kabupaten Ngada maupun Kabupaten Manggarai Timur, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov NTT.

Laporan: Lalong Ferdinandus