Hebat Ilmu Dari Israel Bawa ke Sikka

Daerah

Sikka, SorotNTT.Com-SOSOK  Yosef Nong Manis atau yang biasa disapa Yance Maring menjadi idola baru para petani   di Kabupaten Sikka dalam beberapa bulan terakhir. Putra kelahiran Kloangpopot 13 Maret 1989  dari empat bersaudara pasangan Marselina Nona Mia dan Tarsisius Moa (alm) dikenal  setelah   mengembangkan pola pertanian dengan sistem irigasi tetes dengan aplikasi layanan pesan singkat atau short message service (SMS) di atas perkebunan percontohan seluas 0,5 hektar di RT 007/RW 002, Kelurahan Wailiti, Kabupaten Sikka, dalam tiga bulan terakhir.

Yance belajar selama 9 bulan di Israel untuk memahami sistem pertanian irigasi tetes dengan aplikasi SMS ini,  Di Negara Israel ia belajar dari bulan Oktober 2018 sampai Juli 2019 lalu.

Ketua Yayasan Pemberdayaan Kaum Muda Flores, Yance Maring sedang mengoperaskan sistem pengairan irigasi tetes dengan aplikasi android di kebun percontohan Waioti
Yane Maring yang ditemui Pijarntt.com disela-sela kesibukannya di  areal perkebunan contoh pertanian irigasi tetas Wailiti, Kamis (1/10/2020) menunjukkan   sistem aplikasi SMS dengan jaringan sistem pengairan yang dikembangkannya. Tujuannya yakni  untuk  menghidupi aneka tanaman   seperti cabe, tomat, semangka, dan   tanaman pertanian lainnya.

Disaksikan Pijarntt.com, Yance Maring dengan lancar menginstal system dengan modul SMS untuk kontrol pengairan, filter kotoran, katup udara, venture infector, off take, join tape, drip tape, dan beberapa system lainnya.

“Pola pertanian dengan aplikasi SMS ini mampu mengontrol  pengairan, filter kotoran, katup udara, venture infector, off take, join tape, drip tape, dan beberapa sistem lainnya sehingga semua tanaman mendapatkan air sesuai kebutuhannya,” kata alumnus SMK Yohanes XXIII
Maumere jurusan Teknik Komputer dan Jaringan tahun 2017.

Keunggulan

Yance Maring menjelaskan   beberapa keunggulan pola pertanian irigasi tetes dengan aplikasi SMS yang dikembangkannya diantaranya   cocok dikembangkan di  wilayah yang curah  hujannya kurang, pasokan seadanya dengan jumlah 5.000 liter per hari, operasi system pengairan bisa dilakukan dari lokasi mana saja di Indonesia karena menggunakan layanan SMS; biaya operasional tidak terlalu banyak, dan hasil/produksinya memuaskan.

“Untuk mengembangkan usaha pertanian sistem irigasi tetes dengan aplikasi SMS ini, saya hanya menyiapkan dana sebesar Rp50 juta. Dana ini saya pinjam dari salah satu bank. Sementara hasil yang saya dapatkan dari usaha ini berupa 4 ton cabe, 3 ton tomat, dan 500 biji semangka,” katanya.

Ditanya harga per item produksi pertanian yang dikembangkannya selama ini, Yance mengaku untuk cabe jumbo dijual  Rp 12.000 hingga 15.000/kg, cabe rawit dijual Rp 25.000 hingga Rp30.000 per kg;  semangka dijual Rp20.000 hingga Rp35.000 per buah, dan  tomat dijual Rp5.000 hingga Rp9.000 per kg.

“Dari hasil penjualan apa yang saya usahakan ini maka saya bisa menutupi pinjaman   di bank, dan saya juga sedang menjajaki untuk mengembangkan usaha pertanian irigasi baru dengan pola android di atas areal 1,5 ha di Kolisia, Kecamatan Magepanda,” kata Yance.

Pertanian Butuh Inovasi

Yance Maring kepada Pijarntt.com menjelaskan alasannya mengapa ia mengembangkan inovasi baru di bidang pertanian  dengan pola irigasi tetes dan aplikasi SMS plus ke depan aplikasi android di Kabupaten Sikka.  Kondisi kaum muda yang tidak lagi gemar bertani menjadi motiasi dasar untuk mengembangkan pola pertanian dengan pendekatan teknologi .

“Kalau ada inovasi, maka kaum muda tergerak untuk mengembangkan pertanian, misalanya dengan pola irigasi tetes dengan aplikasi SMS atau aplikasi android. Kalau inovasi pertanian seperti ini, maka banyak kaum muda mulai mencintai pertanian, bahkan selalu termotivasi

untuk membuat inovasi baru,” kata Yance.

Yance mengaku optimis bahwa generasi muda Sikka  akan terus berinovasi di bidang pertanian dan mencintai profesi petani. “Apalagi lahan pertanian di Sikka terbilang subur bila dibandingkan lahan pertanian di Israel. Tapi karena di Israel selalu  terapkan inovasi pertanian terbaru, maka usaha pertanian di sana sangat sukses,” ujarnya.

Yance Maring mengajak generasi muda di Sikka untuk bergandengan tangan dan berkolaborasi dalam upaya menerapkan pola pertanian dengan aneka inovasi baru sehingga pengembangan usaha pertanian bisa memberikan dampak peningkatan ekonomi bagi warga Kabupaten Sikka.

“Mari kita bergandengan tangan dalam upaya menciptakan aneka inovasi di bidang pertanian,” ajak Yance Maring. 

Sumber: Pijarntt.com