Hendrikus Lity: Program Desa Harus Bersinergi Dengan Daerah, Provinsi, dan Pusat.

DaerahFlores

Borong,SorotNTT.com – Program desa harus bersinergi dengan program pemerintah yang berada di atasnya. Hal ini disampaikan oleh Hendrikus Lity saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun 2020 di Desa Teno Mese, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Rabu (14/8/2019).

Menurut pria berdarah Ngada itu, didalam perencanaan pembangunan desa, yang diharapkan adalah program desa harus bersinergi dengan program pemerintah di atasnya, seperti Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Pusat.

“Semua Program Desa jika direncanakan dengan bagus, maka hasilnya pasti akan bagus pula,”ujarnya. Hendrikus menambahkan, sesuai dengan Instruksi Presiden kita Bapak Joko Widodo, bahwa untuk Dana Desa Tahun 2019 ini, yang lebih diprioritaskan pada pengembangan sumber daya manusia (SDM). Sebab, hal tersebut merupakan bagian dari Visi dan Misi Presiden kita.

“Kalau pada tahun sebelumnya Dana Desa diprioritaskan pada pembangunan sarana dan prasarana,” kata Hendrikus selaku Pendamping Desa Tingkat Kecamatan Elar Selatan. Diakuinya,  ada surat edaran dari Gubernur NTT tentang Penanganan Stunting, diharapkan desa bisa memikirkan soal masalah Stunting ini.

“Selain stunting, pembangunan rumah layak huni minimal 10 Unit setiap desa,” tutupnya. Sementara itu, Kepala Desa Teno Mese, Maximus Kodong mengatakan, agenda rapat kita hari ini adalah merencanakan pembangunan Desa Tahun 2020. Musyawarah dusun (Musdus) sudah dilakukan ditingkat dusun. Sehingga dalam forum Musrenbangdes ini bisa menyampaikan usulan programnya, dari tiap-tiap dusun yang ada di Desa Teno Mese.

“Untuk itu, mari kita sama-sama menjaga forum rapat yang kita jalani saat ini menggunakan tatacara yang baik,”ajaknya. Maximus mengatakan, Musrenbangdes kali ini sungguh luar biasa, dimana kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Elar Selatan, Bapak Stephanus Lamar.

Diakui Maximus, kemarin dalam forum musyawarah masyarakat desa di Teno Mese, masih membahas tentang masalah stunting. Maximus melanjutkan, terus terang, Desa Teno Mese waktu rapat kemarin di tingkat kabupaten, yang kebetulan saya sendiri hadir dengan Kepala Puskesmas Mamba, bahwa Elar Selatan menyumbang stunting urutan kedua, setelah Kecamatan Rana Mese.

“Sedangkan Desa Teno mese mendapat peringkat pertama masalah stunting di wilayah Kecamatan Elar Selatan,” kata Maximus. Dia menambahkan, setelah kita berkonsultasi di Dinas Kesehatan, bahwa data soal masalah stunting tersebut tidak otomatis. Masalah stunting di Desa Teno Mese berkisar pada angka 100. Dan angka ini belum pasti, sebab ada kendala lain seperti sarana dan prasarana.

Hal senada disampaikan juga oleh Camat Elar Selatan, Stephanus Lamar. Menurutnya, forum ini sangat penting dan masyarakat yang hadir dalam forum ini merupakan perwakilan dari masyarakat Teno Mese pada umumnya.

“Kami hadir untuk melihat dan menyaksikan terkait kegiatan Musrenbangdes ini sekaligus ikut mengawasi hasil dari apa yang kita rencanakan bersama dalam forum ini kedepan,” ujar Stephanus.

Dia menambahkan, mau Desa ini baik sangat tergantung pada masyarakat desanya. Mencintai diri sendiri, mencintai wilayah sendiri, maka buatlah yang terbaik. “Yang baik itulah yang dibutuhkan oleh Pemerintah,” tutupnya.

Dalam salinan berita acara hasil Musrenbangdes Tahun 2020 Desa Teno Mese yang diterima media ini, beberapa Program Prioritas Desa Tahun 2020 diantaranya: Pertama, pembangunan jalan lapen sepanjang 1 km; Kedua, pembangunan 3 unit Posyandu (Kajan, Nancur dan Riton); Ketiga, lanjutan telford; Keempat, penanggulangan stunting; Kelima, pembangunan 10 unit rumah layak huni; Keenam, penyertaan Modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDES); Ketujuh, Program Kartu Desa Sehat.

Laporan : Ferdinandus Lalong.