HUT Ke- 74 Kemerdekaan RI, Provinsi NTT Fokus Pada Pembangunan SDM secara Masif

Featured Timor

Kupang, SorotNTT.com – Memperingati HUT ke-74 Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merayakannya dengan menggelar Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di halaman Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu (17/8/2019).

Upacara ini dihadiri seluruh Pimpinan OPD Lingkung Provinsi NTT, Ketua Pengadilan Tinggi NTT, mantan Gubernur NTT masa jabatan 1993-1998, Bapak Mayjen. TNI Herman Musakabe, Drs. Frans Lebu Raya, Ir. Esthon L. Foenay, Drs. Benny A. Litelnoni, Anggota KORPRI,TNI dan POLRI, Pada Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Tahun 2019 mengambil tema  “SDM Unggul, Indonesia Maju”.

Dalam kerangka menempatkan SDM sebagai pilar utama pencapaian pembangunan, maka Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen, untuk fokus melakukan investasi pembangunan sumber daya manusia secara masif. Hal ini disampaikan oleh Gubernur NTT Viktor B. Laiskodat, pada saat pidato upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-74.

Makna SDM unggul dari tema ini menunjukan tekad yang besar dari negara untuk membangun SDM masyarakat Indonesia, yang unggul dari segi mutu dan karakter, yang bisa membawa bangsa dan negara ini semakin maju dan bersaing di tingkat global.

“Pembangunan SDM harus kita dipandang sebagai prasyarat utama untuk mendorong upaya percepatan pembangunan bangsa dan negara di semua bidang, dan diarahkan untuk menciptakan inovasi untuk mendukung pembangunan bangsa dan negara. Pemerintah akan melakukan reformasi sistem pendidikan dan pelatihan dan pendidikan vokasi, serta mendorong riset untuk menghasilkan inovasi untuk memberi nilai tambah ekonomi di bidang produksi pertanian, industri, dan jasa. Hal ini penting agar bangsa kita tidak tertinggal di era disrupsi teknologi. Inilah makna SDM unggul, Indonesia Maju,” tegas Viktor B. Laiskodat, saat pidato upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-74 

Viktor melanjutkan, momentum perayaan Hari Ulang Tahun ke-74 RI ini harus kita jadikan juga sebagai ruang untuk merefleksikan kembali sejarah panjang perjuangan Bangsa. Perjuangan mencapai kemerdekaan ini bukanlah suatu perjuangan yang mudah. Negara ini diperjuangkan dengan darah, keringat dan air mata para pahlawan. Kita harus belajar dari para pejuang dan pahlawan bangsa ini yang berhasil mengusir penjajah hanya dengan bersenjatakan bambu runcing.

Memang, bambu runcing adalah senjata tradisional yang sangat sederhana. Tetapi di tangan para pejuang yang heroik dan patriotik, senjata ini mempunyai kemampuan yang luar biasa, sehingga bisa mengalahkan lawan dengan persenjataan yang modern

Spirit bambu runcing ini harus bisa menginspirasi kerja kita hari ini maupun hari-hari kedepan. Para patriot dan pejuang kemerdekaan bangsa ini telah membuktikan kepada kita bahwa keterbatasan dan ketertinggalan bukan belenggu yang membatasi kita untuk menjadi pemenang. 

Kita bisa membawa bangsa dan daerah ini keluar dari kemiskinan, keterbatasan dan ketertinggalan, dimulai dengan memanfaatkan berbagai aset kekayaan sumber daya yang kita miliki. Dalam perspektif ini, spirit bambu runcing ini menemukan relevansinya dalam visi kepemimpinan saya dan wakil gubernur bersama seluruh masyarakat NTT, yaitu ” NTT Bangkit, NTT Sejahtera”.

Bangkit, sebagai ajakan kolektif untuk mulai membangun kesadaran bersama, memanfaatkan semua kekayaan sumber daya yang kita punya. Bangkit, sebagai gerakan restorasi untuk memutus belenggu yang mengekang kemauan kita untuk merdeka dari segala ketertinggalan. Kita harus bisa bangkit dengan memanfaatkan apa yang kita punya. Mari jaga optimisme dan percaya diri kita.

Dalam hal ini saya ingin mengutip kata Bung Karno,”Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa,tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka”. Jika bangsa ini merdeka karena perjuangan para pahlawan yang hanya bermodalkan bambu runcing, maka kini dengan semua yang kita punyai, saya percaya kita pasti mampu memerdekakan daerah ini dari belenggu kemiskinan, keterbatasan dan ketertinggalan.

Pada momentum perayaan Hari Ulang Tahun ke-74 RI ini, saya mengajak kita sekalian untuk mengucap terimakasih kepada para pahlawan bangsa, baik para pahlawan demokrasi, pahlawan hukum, pahlawan pendidikan, pahlawan kesehatan, pahlawan pembangunan, pahlawan lingkungan hidup, pahlawan olahraga, pahlawan birokrasi dan pahlawan-pahlawan lainnya yang telah mendedikasikan dirinya bagi kejayaan bangsa ini. 

Dalam memaknai Hari Ulang Tahun kemerdekaan Republik Indonesia,saya mengajak kita semua untuk terus merawat kebersamaan kita dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu SARA, radikalisme dan hoax yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan kita. Kita wajib menjadi garda terdepan membela bangsa kita dengan secara tegas melawan paham-paham yang anti Pancasila, anti NKRI serta menentang keras praktik-praktik terorisme dan korupsi.

Laporan : Hendrikus Aditono