Media Gathering IDF 2019

IDF 2019: NTT Provinsi Percontohan Pertama Turunkan TPT

Daerah Timor

KUPANG, SorotNTT.com – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terpilih sebagai provinsi pertama di Indonesia yang menjadi percontohan upaya penurunan tingkat pengangguran terbuka oleh Indonesian Development Forum (IDF) 2019.

IDF merupakan konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) dengan dukungan pemerintah Australia melalui Knowledge Sector Initiative (KSI).

Hal tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Menteri Bappenas Bidang Pemerataan dan Kewilayahan, Oktorialdi dalam media gathering di Hotel Kristal Kota Kupang, Rabu (22/5/2019) yang melibatkan awak media cetak maupun elektronik.

Ia mengatakan, NTT dipilih karena berhasil menurunkan tingkat pengangguran terbuka secara konsisten sepanjang tahun 2017 hingga 2018.

“Berkat keberhasilan tersebut NTT berada di posisi ke-6 dari provinsi dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) terendah di Indonesia,” ungkapnya.

Kendati demikian, kata Oktorialdi, NTT masih mengalami tantangan kemiskinan dan produktivitas tenaga kerja yang masih rendah. Untuk itu, NTT dipilih untuk berbagi praktik-praktik terbaiknya, juga membangun solusi terpadu atas tantangan pembangunan SDM dan penciptaan lapangan kerja.

Sementara itu, Kamis (23/5/2019) di tempat yang sama digelar diskusi Bappenas dengan Pemerintah Provinsi NTT untuk mencari gagasan inovatif untuk meningkatkan kapasitas angkatan kerja masa depan NTT sekaligus mendorong investasi dan memunculkan peluang kerja yang inklusif.

Ia mengatakan, ke depan, perluasan sektor unggulan diharapkan tidak hanya berpusat pada sektor pertanian, perikanan, kehutanan tetapi juga diperkuat dengan sektor potensial lainnya, yaitu pariwisata. “Untuk itu pengembangan talenta dan pasar lokal perlu mendapat perhatian khusus,” ujarnya.

IDF 2019 media gathering
Media gathering IDF 2019 di Hotel Kristal Kupang, Rabu (22/05/2019). (Foto: Doc. Alviano Latu/SorotNTT)

Lanjutnya, hal ini pula yang nantinya akan menjadi gagasan utama pada diskusi yang mengusung empat sub tema IDF 2019, antara lain:

  1. Memperbaiki iklim investasi untuk penciptaan lapangan kerja,
  2. Mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah yang berdaya saing global.
  3. Membina para pelaku usaha sosial
  4. Mengembangkan talenta dan pasar lokal.

Ia mengatakan, hasil diskusi akan menjadi masukan dalam sesi khusus tentang Provinsi NTT dalam IDF yang akan digelar pada 22-23 Juli 2019 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta.

Tema ketenagakerjaan dipilih untuk IDF 2019 mengingat semakin dekatnya Indonesia dengan peluang sekaligus tantangan kependudukan, yaitu bonus demografi, yang diprediksi mencapai 68 persen dari total keseluruhan penduduk Indonesia pada 2030 mendatang. Rumusan dan rekomendasi IDF 2019 akan menjadi masukan untuk menyusun strategi nasional yang komprehensif dalam penciptaan lapangan kerja sepuluh tahun mendatang.

Pelaksanaan IDF 2019 akan melibatkan praktisi pembangunan, akademisi, peneliti, pelaku usaha, pemerintah dan masyarakat dalam menyampaikan ide atau gagasan inovatifnya terkait isu-isu pembangunan.

Laporan: Alvino Latu