IKMMATIM Malang

IKMMATIM Malang Lestarikan Budaya Manggarai di Unikama

Daerah

MALANG, SorotNTT.com – Sekitar 22 Organisasi Daerah (Orda) mahasiswa yang ikut berpartisipasi dalam parade budaya di kampus Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) Malang menampilkan beragam pakaian dan kesenian adat daerah mulai dari Sabang hingga Merauke yang dikemas dalam Parade Budaya BEM Unikama 2019, Sabtu (25/5/2019).

Orda Ikatan Keluarga Mahasiswa Manggarai Timur (IKMMATIM) Malang tidak ketinggalan menunjukkan cinta kepada budaya dengan mempersembahkan tarian Cici Banca, Ndundu Ndake, dan Danding yang menggunakan pakaian adat yang dikenakan.

Lenggokkan tubuh para penari dari IKMMATIM Malang mengundang decak kagum ratusan penonton yang memadati halaman depan Rektor Unikama, Sukun, Kota Malang.

Laki-laki kompak mengenakan baju putih dengan bawahan songke dan sesek sesek yang menambah keperkasaan reba (pria) Manggarai.

Pria-pria yang didampingi oleh molas-molas (wanita) ini juga menjadi pelengkap paket elegan budaya Manggarai. Berbalut baju kebaya, retu di kepala dan songke, molas-molas semakin membuat aura ke-Manggarai-an mereka begitu kental.

Tarian IKMMATIM di Parade Budaya Unikama Malang
Para penari dari IKMMATIM mempersembahkan tarian Cici Banca, Ndudu Ndake, dan Danding di Parade Budaya Unikama Malang, Sabtu (26/05). (Foto: Doc. Rifand Apur/SorotNTT)

Salah satu penari, Oyan mengungkapkan, “Tarian Cici Banca, yang menceritakan permainan yang dilakukan oleh anak-anak Manggarai. Permainan ini adalah bagian mutlak dari kehidupan anak-anak dan juga bagian dari proses pembentukan kepribadian anak-anak untuk belajar hidup mandiri. Dalam tarian ini juga digabung dengan tarian Ndundu Ndake dan Danding.”

Menurut Oyan, Ndundu Ndake dari sejarahnya, berarti perempuan yang menari, berlenggak-lenggok. Sehingga pada umumnya peserta tarian ini adalah kaum perempuan. Makna dari tarian ini adalah keramahan dan kehangatan dari tuan rumah kepada tamu yang berkunjung.

“Tarian Cinci Banca dan Ndundu Ndake dibawakan 5 penari wanita, yakni Utik, Orlin, Sain, Oyan, dan Ayu dengan senyum khas mereka. Tarian ini diiringi lagu, musik Cinci Banca dan penari yang anggun benar-benar menyatu. Sementara tarian Danding, yaitu forum kritik sosial dengan cara menghibur (dalam bentuk nyanyian berbalas pantun). Makna dari danding pada umumnya mengandung pesan moral yang mengingatkan dan mengajak sesama warga untuk saling membantu dalam hidup bermasyarakat.” jelas Oyan.

Tarian Danding ini di isi oleh 10 peserta, 5 perempuan dan 5 laki-laki.

para penari IKMMATIM Malang
Para penari dan peserta Parade Budaya Unikama Malang dari Orda IKMMATIM, Sabtu (25/05). (Foto: Rifand Apur/SorotNTT)

Senada dengan Oyan, Darsi Manti menyampaikan kebanggaannya, “Sebagai bagian dari IKMMATIM, kami ingin membangkitkan semangat kami sebagai keluarga besar IKMMATIM. Namun lebih dari pada itu sebagai reba-molas Manggarai, kami ingin melestarikan budaya Manggarai di tanah orang dan kami bangga hari ini. Tak lupa juga kami pesan, semoga pemerintah Manggarai Timur beri kami fasilitas seperti sekretariat, serta perlengkapan budaya Manggarai, karena itu kendala utama mahasiswa Matim di sini.”

“Makna yang bisa saya petik dari kegiatan ini ialah di mana pun kita berada kita harus bangga dengan budaya kita sendiri dan kita harus menunjukkan budaya kita kepada masyarakat luas,” kata Darsi.

Kedekatan dan suasana hangat begitu terasa setelah penampilan selesai dengan cerita dan foto bersama. Hal ini didorong oleh budaya mengunjungi sesama dan silaturahmi yang kental dalam masyarakat Manggarai. Informasi pun disampaikan secara langsung dengan pola tatap muka dan mengarah pada pembicaraan yang bersifat formal dengan sedikit basa-basi dan gurauan.

Laporan: Rifand Apur