Thomas Loma Kades Wae Rasan

Ini Himbauan Kades Wae Rasan Kepada Warga dan Wartawan

Daerah Flores

BORONG, SorotNTT.com – Kepala Desa (Kades) Wae Rasan Thomas Loma himbau warga jangan terprovokasi isu miring yang beredar di tengah masyarakat terkait polemik tapal batas Manggarai Timur dan Ngada di Kecamatan Elar Selatan.

Hal tersebut disampaikan Kades Wae Rasan kepada SorotNTT.com pada Senin (17/6/2019) usai kunjungan Camat Elar Selatan di Desa Wae Rasan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Ngada itu.

Menurutnya, ada penyiar berita (wartawan) yang memberitakan tidak sesuai dengan fakta tentang tapal batas, karena ada informasi seolah-olah tokoh masyarakat Thomas Loma lebih hebat dari Kemendagri, Gubernur, Bupati, dan Camat. “Berita itu tidak benar!” kata Thomas menanggapi isu yang beredar di tengah masyarakat.

BACA JUGA:  Serah Terima Pekerjaan Pamsimas di Desa Compang Deru

Menurut Thomas, informasi tersebut ada dan sudah berkembang. Jadi, kalau ada informasi dari pihak sekitar yang mengatakan Kades Wae Rasan adalah orang Ngada. Mengapa dia berani-berani menandatangani keputusan di Kupang. “Kalau ada yang mengatakan itu, dengan tegas saya katakan itu manusia setan. Kalau ada yang berani, silakan datang ketemu saya!” tegasnya.

Thomas menambahkan, kadang kala ada kucing dalam karung. Kepada penyiar berita (wartawan) kalau mau muat berita harus sesuai fakta di lapangan.

BACA JUGA:  Teno Luwuk: Kami Bingung Dengan Kehadiran Orang Yang Tidak Berkepentingan Bersama Tim Geologi

Dia berharap, apa yang sudah dipresentasikan oleh Kemendagri, itulah yang terbaik.

Dikatakan Thomas, makin cepat ke lapangan, makin lebih baik. Supaya kecemasan masyarakat dalam menanti itu tidak terlalu lama. Lebih khusus pemasangan pilar-pilar di beberapa titik yang sudah dipresentasikan oleh Kemendagri di Kupang.

“Himbauan dari saya selaku Pemerintah Desa Wae Rasan, kita harus mengamini apa yang sudah dipresentasikan oleh Kemendagri dan disepakati oleh Gubernur NTT, kedua Bupati, para tokoh di Kupang pada tanggal 14 Mei 2019. Itu adalah final. Hingga saat ini kita hanya menunggu kapan pemasangan pilar di titik-titik batas itu. Masyarakat di sini untuk sementara cukup kondusif,” tutupnya.

BACA JUGA:  Yoseph Durahi: Dana Desa Harus Tepat Sasaran

Laporan: Lalong Ferdinandus