Insan Bumi Mandiri Salurkan Bantuan Perahu untuk Nelayan yang Gunakan Gabus Demi Mencari Ikan

Daerah

Alor, SorotNTT.com- Jumlah penduduk miskin di Nusa Tenggara Timur terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal tersebut bisa terlihat dari data jumlah penduduk miskin pada maret 2020 sebesar 1.153,76 ribu orang. Jumlah tersebut meningkat 24,3 ribu orang terhadap september 2019 dan meningkat 7,44 ribu orang terhadap maret 2019 (BPS Nusa Tenggara Timur, 2020).

Ada banyak faktor yang menyebabkan kemiskinan masih cenderung tinggi di NTT salah satunya ialah pengangguran akibat akses terhadap pekerjaan. Sebagian besar mata pencaharian dari warga NTT didominasi oleh sektor usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan. Untuk sektor perikanan sendiri, sebagian besar para nelayan menghabiskan waktu di laut dengan menggunakan perahu untuk mencari dan menangkap ikan.

Akan tetapi, ada yang berbeda dengan apa yang dirasakan oleh seorang nenek bernama Nek Aklima (55 tahun). Nenek yang tinggal di Desa Alor Kecil, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini harus bertaruh nyawa untuk menyebrangi lautan NTT dengan menggunakan cool box.

“Karena ia biasa nyebrang ke pulau besar pakai box gabus, Nek Aklima sampai dikenal warga sebagai Nek Kulbok (cool box), ” kata Usman, Relawan Insan Bumi Mandiri.

Nenek Aklima sendiri memiliki 6 orang anak dan tinggal bersama dengan suaminya yang sudah sangat tua. Suaminya bekerja sebagai buruh ternak.

Nenek Aklima yang sudah tua harus menyeberangi pulau dengan mengandalkan ‘perahu’ yang terbuat dari cool box. Ia mengandalkan sandal yang berfungsi sebagai dayung, dan juga hembusan angin agar cool box miliknya bisa melaju di atas air.

Melihat kondisi tersebut Insan Bumi Mandiri tergerak melakukan penggalangan dana di website miliknya untuk membantu nenek Aklima agar dapat memiliki perahu sendiri.

Akhirnya, setelah melalui proses penggalangan dana oleh Insan Bumi Mandiri, nenek Aklima berhasil mendapatkan hadiah perahu baru perahu pada hari Senin, 30 November 2020.

Perahu tersebut tidak hanya berasal dari hasil penggalangan dana Insan Bumi Mandiri, akan tetapi juga merupakan sumbangsih dari seorang donatur bernama Pak Ari. Pak Ari adalah pemilik dari CV Javanese Boat, sebuah perusahaan pembuat kapal fiber asli Surabaya.

Setelah mengetahui cerita nenek Aklima, Pak Ari terkesan dengan perjuangannya yang selama ini harus bertaruh nyawa menggunakan cool box demi bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarga.

Kebahagiaan pun tak hanya dirasakan oleh nenek Aklima saja, melainkan juga oleh para warga di sana yang berbondong-bondong mengangkat perahu menuju kediaman nenek Aklima.

“Saya ikut bahagia karena banyak orang yang membantu nenek Aklima. Nenek Aklima benar-benar sosok wanita yang sangat kuat. Tapi kasihan sekali melihatnya harus pakai cool box kalau menyebrang laut. Sekarang nenek Aklima sudah punya perahu. Mudah-mudahan dia akan tetap jadi sosok nenek Aklima yang kuat dan hebat,” pesan Sri Sulistiani, Content Writer Insan Bumi Mandiri.

Saat ini nenek Aklima bisa mencari ikan dengan menggunakan kapal barunya untuk mengarungi lautan NTT. Tetapi, nenek Aklima masih membutuhkan bantuan berupa modal agar dapat menjual ikan lebih banyak. Oleh karena itu, Insan Bumi Mandiri masih dan akan terus melakukan penggalangan dana untuk membantu nenek Aklima ke depannya.

“Harapannya, kapal ini bisa bermanfaat untuk nenek Aklima dan semakin menambah semangatnya dalam bekerja,” tambah Hayatul Fikri Aziz, Head of Monitoring dan Evaluating Insan Bumi Mandiri.

Laporan: Ibnu Riski
Editor: Pepy Dain